DPR Pertanyakan Pengawasan Otoritas Bursa Soal Kasus Jiwasraya

Kompas.com - 10/02/2020, 14:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi XI DPR RI melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kustodian Sental Efek Indonesia (KSEI), dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).

Rapat tersebut dilaksanakan dengan pembahasan mengenai peran tiga lembaga yang merupakan Self Regulatory Organizations (SRO) di pasar modal dalam kasus saham gorengan yang terjadi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Di dalam rapat tersebut beberapa anggota komisi XI DPR RI mencecar jajaran direksi SRO dengan berbagai pertanyaan terkait Jiwasraya.

Baca juga: Di Depan Sri Mulyani, Pengusaha Ungkap Kekhawatiran Soal Jiwasraya

Pasalnya, meski pihak SRO telah menerapkan berbagai sistem peringatan bagi investor dalam memilih saham-saham serta instrumen pasar modal lain seperti reksa dana, namun Jiwasraya justru memilih berinvestasi di saham-saham gocap atau Rp 50-an.

Anggota Komisi XI DPR dari fraksi Nasdem Hasbi Anshori mengatakan, apakah regulator pasar modal melakukan pengawasan untuk perusahaan-perusahaan yang sengaja memilih berinvestasi di saham-saham gocap.

"Setelah listing saham naik sedikit sudah menerima agio dari harga nominal, kemudian dia sengaja menurunkan harga saham. Saya lihat dari beberapa kasus ini ada sistem harakiri. Apa instrumen yang digunakan untuk mengawasi model seperti ini?" tanya Hasbi kepada jajaran direksi SRO di Jakarta, Senin (10/2/2020).

Selain itu, Anggota Komisi XI dari fraksi Golkar Mukhammad Misbakhun, mempertanyakan hal yang serupa.

Baca juga: Wamen BUMN: Skema Pembayaran Jiwasraya Belum Disetujui DPR

Modus membeli saham gocap menurut dia digunakan oleh oknum pasar modal untuk mendapatkan keuntungan, seperti yang terjadi di Jiwasraya.

"Saya mau konfirmasi ini, saya mau mengetahui apa yang pengawasan yang dilakukan oleh Bapak, dengan visit, laporan hasil pemeriksaan, yang selama ini sudah diproses, kemudian siapa saja yang diperiksa dan diberi peringatan, berapa banyak, sehingga kami ingin tahu bagaimana fungsi pengawasan ini berjalan," ujar Misbakhun.

Adapun anggota Komisi XI dari fraksi Gerindra Ramson Siagian pun meminta kepada pihak BEI membuat daftar saham-saham yang diinvestasikan oleh Jiwasraya. Selain itu, manajer investasi juga perusahaan sekuritas yang menjadi perantara investasi perusahaan pelat merah tersebut.

"Berapa banyak Jiwasraya bermain di stock market di apa saham aja? Melalui sekuritas company yang mana aja? Kemudian bagaimana hubungan antara meanajer investasi yang ada di Jiwasraya dengan atau pemegang saham?" ujar Ramson.

Baca juga: Nasib Nasabah Korban Jiwasraya, Kecewa hingga Dipingpong oleh OJK

Menjawab pertanyaan tersebut, Direktur Utama BEI Inarno Djayadi menjelaskan bursa telah menerapkan sistem Jakarta Automated Trading System (JATS) dan Securities Markets Automated Research Trading and Surveillance (SMARTS) untuk merekam berbagai transaksi perdagangan di pasar modal.

"Jadi kalau ada kenaikan atau penurunan luar biasa sistem tersebut memberikan alert kepada kami," paparnya.

Setelah mendapatkan peringatan dari sistem, ia melanjutkan manajemen BEI mengambil langkah dengan memberi tindakan lanjut yaitu melalui penetapan Unusual Market Activity (UMA) dan penghentian sementara perdagangan saham (suspensi).

Dikutip dari Kontan.co.id, pada Kamis (23/1/2020) BEI telah melakukan suspensi perdagangan saham dan waran lima emiten atas perintah Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca juga: Dana Rp 5 Miliar Milik Warga Negara Belanda Tertahan di Jiwasraya

Efek kelima emiten yang disuspensi ini memiliki hubungan dengan kasus dugaan korupsi yang terjadi pada PT Asuransi Jiwasraya.

Secara rinci, efek-efek tersebut terdiri dari saham PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP), saham PT SMR Utama Tbk (SMRU), serta saham dan waran seri II PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM dan TRAM-W).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waskita Karya Kantongi Rp 3,28 Triliun dari Penerbitan Obligasi dan Sukuk, untuk Apa Saja?

Waskita Karya Kantongi Rp 3,28 Triliun dari Penerbitan Obligasi dan Sukuk, untuk Apa Saja?

Whats New
Harga Ikan Lele dan Cabai Naik, Cek Harga Pangan Hari Ini

Harga Ikan Lele dan Cabai Naik, Cek Harga Pangan Hari Ini

Spend Smart
ILO: Transisi Energi Bakal Ciptakan 5 Juta Lapangan Pekerjaan

ILO: Transisi Energi Bakal Ciptakan 5 Juta Lapangan Pekerjaan

Whats New
Krakatau Steel Tandatangani Kerja Sama Pengembangan Pabrik 'Blast Furnace'

Krakatau Steel Tandatangani Kerja Sama Pengembangan Pabrik "Blast Furnace"

Whats New
Likuiditas Melimpah, Suku Bunga Kredit Belum Akan Naik Signifikan

Likuiditas Melimpah, Suku Bunga Kredit Belum Akan Naik Signifikan

Whats New
PNBP Perikanan Tangkap Terus Meningkat, Kini Capai Rp 512,38 Miliar

PNBP Perikanan Tangkap Terus Meningkat, Kini Capai Rp 512,38 Miliar

Whats New
Semangat Kerja di Usia Senja, Driver Ojol ini Masih Giat Ngaspal

Semangat Kerja di Usia Senja, Driver Ojol ini Masih Giat Ngaspal

Earn Smart
Deteksi Wabah PMK, Kementan Minta Pemda Optimalkan Puskeswan

Deteksi Wabah PMK, Kementan Minta Pemda Optimalkan Puskeswan

Whats New
Netflix Bakal Pasang Iklan, Apa Pengaruhnya pada Jumlah Pelanggan?

Netflix Bakal Pasang Iklan, Apa Pengaruhnya pada Jumlah Pelanggan?

Spend Smart
OJK: Kinerja Intermediasi Lembaga Keuangan Terus Meningkat

OJK: Kinerja Intermediasi Lembaga Keuangan Terus Meningkat

Whats New
Dalam Gelaran WEF 2022, Bos GoTo Tekankan Pentingnya Inklusi Digital dalam Mengatasi Kesenjangan Ekonomi

Dalam Gelaran WEF 2022, Bos GoTo Tekankan Pentingnya Inklusi Digital dalam Mengatasi Kesenjangan Ekonomi

Whats New
Cegah Penyebaran Penyakit PMK, Kementan Perketat Pengawasan Hewan Kurban

Cegah Penyebaran Penyakit PMK, Kementan Perketat Pengawasan Hewan Kurban

Whats New
MCAS Group Gandeng PT Pos Indonesia Kembangkan Fitur Kendaraan Listrik di Aplikasi Pospay

MCAS Group Gandeng PT Pos Indonesia Kembangkan Fitur Kendaraan Listrik di Aplikasi Pospay

Whats New
Askrindo Jadi Mitra Asuransi Resmi Java Jazz Festival 2022

Askrindo Jadi Mitra Asuransi Resmi Java Jazz Festival 2022

Whats New
Niat Bikin Kolam Renang untuk Cucu, Pensiunan Anggota Dewan Ini Bangun 'Waterpark' di Bogor

Niat Bikin Kolam Renang untuk Cucu, Pensiunan Anggota Dewan Ini Bangun "Waterpark" di Bogor

Smartpreneur
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.