RI Akan Impor Bawang Putih 103.000 Ton dari China

Kompas.com - 10/02/2020, 18:49 WIB
Pekerja merapikan persediaan bawang putih di salah satu toko di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (5/2/2020). Kenaikan harga bawang putih terjadi karena pasokan bawang putih impor dari negara pemasoknya, China berkurang. KOMPAS.com/M ZAENUDDINPekerja merapikan persediaan bawang putih di salah satu toko di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (5/2/2020). Kenaikan harga bawang putih terjadi karena pasokan bawang putih impor dari negara pemasoknya, China berkurang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kementan) telah menerbitkan rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) untuk komoditas bawang putih. Total volume bawang putih yang diberikan rekomendasinya sebanyak 103.000 ton.

"[RIPH] 103.000 ton sudah diterbitkan Jumat kemarin," ujar Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto, Senin (10/2/2020).

Meski tak merinci berapa banyak perusahaan yang mendapatkan RIPH tersebut, tetapi Prihasto memastikan RIPH yang diberikan tengah diproses di Kementerian Perdagangan untuk mendapatkan persetujuan impor.

Baca juga: Sri Mulyani Rombak Penyaluran BOS, Uang Dikirim ke Rekening Sekolah

Lebih lanjut, Prihasto membeberkan, kebanyakan bawang putih yang akan diimpor berasal dari China. Dia pun mengatakan, impor bawang putih dari China diizinkan, mengingat dari hasil rapat terbatas yang dilakukan, tidak terdapat penularan virus corona melalui tanaman.

Sebelumnya, harga bawang putih mengalami lonjakan. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga bawang putih sampai Senin (10/2) sudah mencapai Rp 55.300 per kg.

Prihasto mengaku, tingginya harga karena pasokan bawang putih yang menipis. Dia berharap, harga bawang putih pun kembali stabil setelah impor bisa direalisasikan.

Sejauh ini, Prihasto mengatakan, saat ini masih terdapat stok bawang putih sebanyak 70.000 ton, yang diperkirakan akan mencukupi kebutuhan hingga Maret. Nantinya, RIPH yang diberikan pun untuk memenuhi kebutuhan bawang putih beberapa bulan berikutnya.

Baca juga: Bos Inter Milan Telepon Erick Thohir, Mau Beli 2 Juta Masker dari RI

"Terakhir stok kurang lebih 70.000 ton, sampai Maret nanti sebetulnya stok itu cukup, tetapi kita buka lagi untuk mengantisipasi 2-3 bulan ke depan," tutur Prihasto.

Sementara, Prihasto menjelaskan kebutuhan bawang putih nasional sekitar 560.000-580.000 ton per tahun atau sekitar 47.000 ton per bulan, dimana kemampuan produksi dalam negeri hanya sekitar 85.000 ton.

"Dari data yang ada, produksi bawang putih dalam negeri sekitar 85.000 ton, tetapi itu difokuskan untuk benih dulu, supaya kalau kita ngejar dirproduksi dalam negeri bawang putih itu," jelas Prihasto. (Lidya Yuniartha | Noverius Laoli)

Baca juga: BUMN Jasa Konstruksi Ini Buka Lowongan Kerja S1 dan SMA, Minat?

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Kementan terbitkan rekomendasi impor bawang putih sebanyak 103.000 ton



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X