Penurunan Harga Gas Industri Diharap Tak Matikan Industri Mid Stream Gas

Kompas.com - 10/02/2020, 20:39 WIB
Petugas PT Perusahaan Gas Negara Tbk, (PGN) sedang mengecek gas meter pelanggan jaringan gas rumah tangga. DOK. Humas PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN)Petugas PT Perusahaan Gas Negara Tbk, (PGN) sedang mengecek gas meter pelanggan jaringan gas rumah tangga.

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana pemerintah untuk menurunkan harga gas industri menjadi 6 dollar AS MMBTU pada Maret 2020 diharapkan tidak mematikan industri mid stream gas.

“Saya mendukung upaya pemerintah untuk menurunkan harga gas industri, tapi saya harapkan pemerintah juga harus melindungi usaha mid stream dalam industri gas kita. Jangan sampai justru kebijakan ini mengganggu kinerja mereka,” papar Mamit Setiawan, Direktur Eksekutif Energy Watch dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/2/2020).

Industri mid stream gas sendiri saat ini dikuasai oleh PT Perusahaan Gas Negara ( PGN) selaku subholding migas, dimana PT Pertagas menjadi bagian dari sub holding tersebut.

Baca juga: Mulan Jameela Bersuara soal Perpres Harga Gas, Dirut PGN Menjawab

Mamit menuturkan, untuk menyalurkan gas dari kepala sumur sampai ke pengguna akhir dibutuhkan pipa transmisi dan jaringan distribusi gas bumi.

Tujuannya agar tidak mengganggu produksi perusahaan-perusahaan mid stream jika terdapat kendala.

Adapun saat ini PGN telah memiliki hampir 10.000 km jaringan gas yang terhubung ke lebih 1.658 industri besar dan pembangkit listrik serta lebih dari 1.930 pelanggan komersial, dan 204.000 pelanggan

“Tanpa adanya infrastruktur tersebut, gas bumi tidak akan sampai ke enduser. Pembangunan infrastruktur termasuk di dalamnya ada fasilitas regasifikasi dimana PGN menyiapkan LNG sebagai backup mereka sehingga pasokan kepada pengguna tidak terganggu,” lanjut Mamit.

Baca juga: Indonesia Setop Pasokan Gas ke Singapura Mulai 2023

Untuk itu, Mamit menyarankan agar pemerintah menjadikan PGN sebagai penyangga atau agregator gas nasional agar bisa menarik para investor untuk menanamkan dana demi modal pembangunan pipa demi industri mid stream.

Hal tersebut dibutuhkan mengingat pembangunan pipa tersebut membutuhkan investasi yang tidak sedikit dan menjadi beban dalam penentuan harga ke end user.

“Jika pemerintah dapat menjadikan PGN sebagai aggregator gas negara, harapannya kucuran dana investasi yang masuk dapat bertambah dan dijadikan modal untuk membangun jaringan-jaringan gas baru agar dapat menjamin proses produksi industri mid stream. Jangan sampai akibat penurunan harga oleh pemerintah ini malah menjadi beban bagi end user disebabkan PGN membutuhkan dana untuk membangun infrastruktur miliknya,” ujar Mamit. (Tendi Mahadi)

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Penurunan harga gas industri diminta jangan mematikan industri mid stream gas



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X