Wabah Virus Corona, Harga-harga Barang di China Melonjak

Kompas.com - 11/02/2020, 06:39 WIB
Seorang relawan komunitas mengecek suhu tubuh seorang perempuan di Paviliun Yellow Crane di Wuhan, China, pada Jumat (7/2/2020). Wabah virus corona yang mewabah di China sejak Desember 2019 dilaporkan telah membunuh 722 orang. Xinhua via SCMPSeorang relawan komunitas mengecek suhu tubuh seorang perempuan di Paviliun Yellow Crane di Wuhan, China, pada Jumat (7/2/2020). Wabah virus corona yang mewabah di China sejak Desember 2019 dilaporkan telah membunuh 722 orang.

HONG KONG, KOMPAS.com - Harga komoditas konsumsi China mengalami peningkatan cukup signifikan pada Januari 2020 dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. Hal ini diakibatkan penyebaran virus corona yang berdampak terhadap jalur distribusi.

Pada Januari 2020, pemerintah China menyatakan harga barang konsumsi mengalami inflasi sebesar 5,4 persen. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak Oktober 2011.

Mengutip dari CNN, Selasa (11/2/2020), makanan menjadi komoditas utama yang menyumbang inflasi barang konsumsi, dengan porsi mencapai satu per tiga.

Baca juga: RI Akan Impor Bawang Putih 103.000 Ton dari China

Pasalnya, selain merebaknya virus corona, wabah demam babi Afrika juga berdampak terhadap meroketnya harga babi di China yang mencapai 116 persen.

Sementara itu, komoditas sayur-sayuran mengalami kenaikan harga hingga 17 persen pada Januari 2020.

Badan statistik China bahkan menekankan bahwa selain adanya momen tahun baru Imlek, virus corona juga menjadi pendorong utama harga konsumsi di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pasalnya, virus yang telah membunuh lebih dari 900 orang ini telah menyebabkan adanya gangguan baik di level produksi maupun distribusi.

Baca juga: Perang Lawan Corona, China Sudah Kuras Duit Rp 62 Triliun

Mayoritas masyarakat China memutuskan untuk mengurung dirinya di rumah untuk mencegah penyebaran virus.

Selain itu, kebanyakan perusahaan di China juga memutuskan untuk meliburkan pegawainya.

Perusahaan finansial asal Jepang, Nomura memproyeksikan angka inflasi barang konsumsi China akan mengalami penurunan pada Februari 2020, sebab sudah tidak ada lagi momen perayaan hari raya besar.

Kendati demikian, angka inflasi diprediksi masih berada di kisaran 4 persen, akibat masih belum stabilnya perekonomian di China.

Baca juga: Ini 6 Prosedur Penjemputan Warga Negara China di Bali

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.