Waspada Virus Corona, Pelabuhan Tanjung Priok Perketat Pemeriksaan Kapal dari China

Kompas.com - 11/02/2020, 11:37 WIB
Aktivitas bongkar muat di Terminal Peti Kemas di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (15/8/2019). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2019 masih mengalami defisit 63,5 juta dollar AS dan neraca perdagangan sepanjang Januari-Juli 2019 mencatat defisit 1,90 miliar dollar AS. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGAktivitas bongkar muat di Terminal Peti Kemas di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (15/8/2019). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2019 masih mengalami defisit 63,5 juta dollar AS dan neraca perdagangan sepanjang Januari-Juli 2019 mencatat defisit 1,90 miliar dollar AS.

JAKARTA, KOMPAS.com -  Mengantisipasi masuknya virus corona, PT Pelabuhan Indonesia II (IPC) memperketat prosedur penanganan masuknya kapal barang maupun penumpang dari luar negeri, khususnya dari China.

Kapal dari China harus dikarantina dulu sebelum masuk ke dermaga. Kapal itu baru bisa masuk dan melakukan bongkar muat di dermaga jika sudah ada kepastian bahwa kapal berikut awaknya itu steril dari virus corona,” kata Direktur Operasional IPC Prasetyadi dikutip dalam siaran persnya, Selasa (11/2/2020).

Berdasarkan data dari Pelabuhan Tanjung Priok, dalam satu bulan rata-rata ada 20-an kapal dari China yang masuk dan melakukan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok.

Baca juga: Wabah Virus Corona, Harga-harga Barang di China Melonjak

Berdasarkan pedoman itu, Prasetyadi menjelaskan, IPC terus berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk melakukan upaya antisipasi masuknya virus corona melalui pelabuhan.

Sementara itu, di terminal penumpang pemantauan dengan menggunakan pemindai suhu tubuh (thermal detector) terus diperketat, terutama terhadap penumpang dari China dan negara-negara yang memiliki potensi terjangkit virus corona.

“Kami sangat prihatin atas penyebaran virus corona, dan berharap masalah ini bisa segera teratasi,”ujarnya.

Menurut Prasetyadi, sejak Januari lalu, IPC mewajibkan seluruh staf operasional pada lini terdepan (frontline) di semua pelabuhan yang dikelola IPC mengenakan masker N95, yang dijadikan masker standar pencegahan virus corona.

“Memang ada penambahan prosedur operasional di lapangan. Tetapi hal ini harus dilakukan untuk memperkecil risiko penularan,” ujarnya.

Baca juga: Virus Corona Ancam Pusat Finansial Singapura

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X