Imbas Brexit, Perdagangan Inggris dan Uni Eropa Bakal Terganggu?

Kompas.com - 12/02/2020, 10:16 WIB
Suporter Brexit mengibarkan bendera Union Jack di Parliamentary Square, London, pada 31 Januari 2020. Brexit akan mempunyai dampak besar ke Inggris Raya tak terkecuali ke Premier League dan Liga Inggris. AFP/DANIEL LEAL-OLIVASSuporter Brexit mengibarkan bendera Union Jack di Parliamentary Square, London, pada 31 Januari 2020. Brexit akan mempunyai dampak besar ke Inggris Raya tak terkecuali ke Premier League dan Liga Inggris.

LONDON, KOMPAS.com - Keputusan Inggris keluar dari Uni Eropa ( Brexit) membuat sejumlah peraturan lain soal perdagangan bebas tarif resmi mati.

Menteri Kabinet Michael Gove mengatakan, pemerintah Inggris berencana "menundukkan" barang-barang dari Uni Eropa yang datang ke Inggris mulai akhir 2020 guna mengontrol perbatasan.

Pernyataan itu merupakan sinyal perdagangan tanpa tarif di negara-negara kawasan yang tergabung Uni Eropa resmi mati untuk Inggris, yang telah keluar dari Uni Eropa. Artinya mungkin saja, kedua kawasan tidak terlepas dari peraturan bea cukai dan sebagainya.

Baca juga: Ada Ketidakpastian Brexit, Ekonomi Inggris Tumbuh Melambat

"Inggris akan berada di luar pasar tunggal Uni Eropa dan di luar serikat pabean, jadi kami harus siap untuk prosedur bea cukai dan pemeriksaan peraturan yang pasti akan mengikuti," kata Gove dikutip CNN, Rabu (12/2/2020).

Gove menuturkan, kalangan bisnis harus mempersiapkan kontrol impor pada barang yang bergerak antara Inggris dan Uni Eropa ketika periode transisi Brexit berakhir pada tanggal 31 Desember.

Dia bilang, pedagang akan diminta menyerahkan deklarasi pabean dan pengiriman akan melalui tahap inspeksi.

Cek perbatasan itu bisa berarti penundaan dan bakal lebih banyak birokrasi untuk bisnis Inggris maupun perusahaan asing yang melakukan bisnis di Inggris, yang telah menderita hampir empat tahun ketidakpastian tentang Brexit.

Menurut data setempat, ekonomi Inggris bahkan tidak tumbuh sama sekali selama 3 bulan terakhir tahun 2019, dan investasi bisnis telah terhenti sejak referendum Juni 2016.

Baca juga: Jika Brexit Terwujud, Bagaimana Dampaknya ke Ekonomi Inggris?

Sebetulnya, pemerintah Inggris sudah lama tahu keluarnya Inggris akan meninggalkan pasar tunggal Uni Eropa, sehingga aturan kepabeanan akan mengikuti kemudian.

Namun disinyalir, para pejabat Inggris tidak mengetahui dampak pasti bagi bisnis yang akan mengikuti alur kepabeanan tersebut. 

Mantan Perdana Menteri Theresa May, misalnya, berusaha untuk menegosiasikan kesepakatan dengan Brussels yang akan mempertahankan perdagangan tanpa tarif, sembari membawa Inggris keluar dari Uni Eropa.

Sementara itu kepala perunding Brexit untuk Uni Eropa, Michel Barnier mengatakan, sistem perdagangan dengan tarif kepabeanan memang akan meningkat sebagai hasil keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Cek inspeksi produk di perbatasan juga bakal diperlukan, baik untuk makanan maupun hewan hidup untuk memastikan Inggris memenuhi standar produksi UE.

"Inggris telah memilih untuk menjadi negara ketiga. Dia telah memilih untuk menciptakan dua ruang regulasi. Ini membuat perdagangan tanpa gesekan (tarif) menjadi tidak mungkin. Hal itu membuat pemeriksaan sangat diperlukan," ujarnya.



Sumber CNN
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X