Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ojek Online hingga Influencer, 6 Pekerjaan Ini Tak Ada 10 Tahun Lalu

Kompas.com - 12/02/2020, 10:48 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

NEW YORK, KOMPAS.com - Perkembangan teknologi dalam satu dekade terakhir sangat pesat dan mengubah kehidupan di dunia.

Kemajuan ini pun menciptakan banyak peluang baru. Ini termasuk munculnya sejumlah pekerjaan yang tidak ada atau tak pernah dibayangkan hingga 10 tahun yang lalu.

Pekerjaan-pekerjaan baru ini tak hanya menyenangkan, namun juga kerap memberikan gaji yang lumayan tinggi dan lingkungan kerja yang nyaman.

Dilansir dari Reader's Digest, Rabu (12/2/2020), berikut 6 pekerjaan yang tidak ada 10 tahun lalu.

1. Operator drone

Ilustrasi drone.SHUTTERSTOCK Ilustrasi drone.

Operator drone banyak dicari belakangan ini. Sebab, fotografer hingga pekerja film membutuhkan drone untuk menangkap gambar dari atas dan dengan mode gambar layaknya mata burung.

Sehingga, operator drone menjadi pekerjaan yang menjanjikan. Untuk menjadi operator drone, Anda dapat mengikuti kursus dan sertfifikasi pilot drone.

2. Pembawa acara podcast

Istilah podcast pertama kali diperkenalkan oleh jurnalis BBC pada tahun 2004, yang merupakan paduan dari "iPod" dan "broadcast." Namun, podcast baru ramai dinikmati di seluruh dunia pada 2018.

Sepanjang periode 2013 hingga 2018, rata-rata kenaikan jumlah pendengar podcast mencapai 18-24 persen. Sejak saat itu, mendengarkan podcast bukan hanya menjadi tren, tapi juga hobi.

Menjadi pembawa acara podcast pun kini merupakan pekerjaan yang cukup menjanjikan. Sejumlah pembawa acara podcast terkemuka pun dengan jelas membacakan iklan di sela-sela episode.

3. Developer aplikasi ponsel

Ilustrasi aplikasi smartphoneSHUTTERSTOCK Ilustrasi aplikasi smartphone

Popularitas aplikasi mobile mulai menanjak pada tahun 2008, sejalan dengan diluncurkannya ponsel iPhone oleh Apple. Berkembangnya ponsel Android pun turut mendongkrak popularitas dan perkembangan mobile app.

Saat ini, hampir setiap perusahaan komersial dan media mempekerjakan developer aplikasi untuk menciptakan grafik dam fitur untuk aplikasi mereka.

4. Pengemudi transportasi online

Transportasi online, termasuk ojek online dan taksi online berkembang sangat pesat, tanpa kecuali di Indonesia. Lihat saja betapa pesatnya perkembangan Gojek dan Grab.

Menjadi mitra pengemudi transportasi online pun boleh dipertimbangkan, setidaknya untuk penghasilan tambahan. Bahkan, saat ini pun tak sedikit orang yang menjadikan pekerjaan sebagai pengemudi transportasi online sebagai pekerjaan utama.

5. Influencer media sosial

IlustrasiShutterstock Ilustrasi

Media sosial tengah mengubah banyak hal, tak hanya dalam komunikasi dengan teman atau keluarga. Platform media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter kini menjadi sumber penghasilan utama bagi banyak orang.

Influencer, yang mengunggah beragam konten agar dapat dilihat dan dinikmati oleh para follower, bisa memperoleh penghasilan yang bombastis dengan promo-promo yang mereka unggah.

6. Big data scientist

Data memang bukan barang baru. Namun, beberapa dekade lalu, menganalisa data merupakan proses yang rumit dan lambat.

Analis data pun kerap kali menghabiskan waktu yang lama untuk mengolah data-data yang banyak. Akan tetapi, berkat digitalisasi rekor data dan kecepatan komputer yang jauh lebih baik, pekerjaan sebagai big data scientist cukup menjanjikan.

Saat ini big data scientist direkrut untuk mengumpulkan, mengolah, dan menginterpretasi banyak data dengan bantuan teknologi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Bantah Pesawatnya Jatuh di NTT, Wings Air: Kami Sedang Upayakan Langkah Hukum...

Bantah Pesawatnya Jatuh di NTT, Wings Air: Kami Sedang Upayakan Langkah Hukum...

Whats New
MK Tolak Gugatan Sengketa Pilpres, Rupiah Menguat dan IHSG Kikis Pelemahan

MK Tolak Gugatan Sengketa Pilpres, Rupiah Menguat dan IHSG Kikis Pelemahan

Whats New
Laba Bersih Emiten Toto Sugiri Melonjak 40 Persen pada 2023, Jadi Rp 514,2 Miliar

Laba Bersih Emiten Toto Sugiri Melonjak 40 Persen pada 2023, Jadi Rp 514,2 Miliar

Whats New
Ekonom: Pemilu Berdampak pada Stabilitas Ekonomi dan Sektor Keuangan di RI

Ekonom: Pemilu Berdampak pada Stabilitas Ekonomi dan Sektor Keuangan di RI

Whats New
Pertumbuhan Kredit dan Pendanaan Perbankan 2024 Diproyeksi Masih Baik di Tengah Ketidakpastian Global

Pertumbuhan Kredit dan Pendanaan Perbankan 2024 Diproyeksi Masih Baik di Tengah Ketidakpastian Global

Whats New
Konsultasi ESG Makin Dibutuhkan, Sucofindo Tingkatkan Layanan LVV

Konsultasi ESG Makin Dibutuhkan, Sucofindo Tingkatkan Layanan LVV

Whats New
Imbas Konflik Iran-Israel, Harga Pangan Bisa Meroket

Imbas Konflik Iran-Israel, Harga Pangan Bisa Meroket

Whats New
Gandeng BRI, BPKH Distribusikan Uang Saku Jemaah Haji Rp 665 Miliar

Gandeng BRI, BPKH Distribusikan Uang Saku Jemaah Haji Rp 665 Miliar

Whats New
Diskon Tiket Kereta Keberangkatan 22-30 April, Ini Cara Belinya

Diskon Tiket Kereta Keberangkatan 22-30 April, Ini Cara Belinya

Whats New
Pasar Modal 2024, 'Outlook' Cerah dengan Sektor Perbankan yang Dominan

Pasar Modal 2024, "Outlook" Cerah dengan Sektor Perbankan yang Dominan

Whats New
ID Food: Peran Perempuan dalam Ekosistem Pertanian dan Pangan Penting, Akses Modal dan Pasar Jadi Tantangan

ID Food: Peran Perempuan dalam Ekosistem Pertanian dan Pangan Penting, Akses Modal dan Pasar Jadi Tantangan

Whats New
BUMN PalmCo Garap Kebun Sawit Terluas di Dunia, Ini Luasnya

BUMN PalmCo Garap Kebun Sawit Terluas di Dunia, Ini Luasnya

Whats New
Iran-Israel Memanas, BPS: Keduanya Bukan Negara Mitra Dagang Utama Indonesia..

Iran-Israel Memanas, BPS: Keduanya Bukan Negara Mitra Dagang Utama Indonesia..

Whats New
AirNav Bantah Ada Pesawat Jatuh di Perairan Bengga Nagekeo NTT

AirNav Bantah Ada Pesawat Jatuh di Perairan Bengga Nagekeo NTT

Whats New
Nilai Ekspor RI Melesat 16,4 Persen jadi 22,43 Miliar Dollar AS

Nilai Ekspor RI Melesat 16,4 Persen jadi 22,43 Miliar Dollar AS

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com