Gegara Corona, Pabrik Otomotif di Berbagai Negara Kekurangan Onderdil

Kompas.com - 12/02/2020, 11:31 WIB
Ilustrasi otomotif Thailand. NikkeiIlustrasi otomotif Thailand.
Penulis Kiki Safitri
|

Pembuat mobil Prancis Renault mengatakan kepada Reuters, mereka juga menangguhkan produksi di pabriknya di Busan, Korea Selatan, karena masalah pasokan suku cadang dari China.

Pekan lalu, Fiat Chrysler mengatakan memiliki satu pabrik Eropa yang berisiko mengalami kekuran suku cadang dari China dalam dua hingga empat pekan ke depan.

Semua pembuat mobil lain masih melakukan pantauan situasi di China, tetapi terlalu dini untuk mengatakan apakah akan berdampak terhadap operasional global perusahaan.

"Ini situasi yang sangat berubah-ubah," kata CEO GM Mary Barra.

Baca juga: Bentuk Holding RS, Erick Thohir Lanjutkan Program Era Rini Soemarno

Para ahli mengatakan industri otomotif global belum melihat dampak penuh, apalagi sebagian besar pabrik belum kehabisan suku cadang dari China.

Simon MacAdam ekonom global di Capital Economics mengatakan, ada potensi penghentian operasional pabrik mobil jika penutupan pabrik suku cadang aaal China terus berlanjut.

"Saat ini agak sulit diceritakan. Ada ketidakpastian tentang perkiraan," jelasnya.

Di sisi lain, jika pabrik suku cadang mencoba untuk membuka kembali, tidak bisa dipastikan apakah mereka akan dapat beroperasi seperti biasa karena kekurangan tenaga kerja potensial, atau dalam skenario terburuk, penyebaran penyakit semakin parah.

Baca juga: Stafsus Menteri BUMN: Tugu Tol Disebut Mirip Palu Arit, Imajinasinya Terlalu Jauh

Halaman:


Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X