Sepanjang Januari 2020, Boeing Tak Dapat Pesanan Pesawat Sama Sekali

Kompas.com - 12/02/2020, 15:43 WIB
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui. AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEARPesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

SEATTLE, KOMPAS.com - Pabrikan pesawat terbang Boeing Co tidak mendapat pemesanan sama sekali sepanjang Januari 2020. Hal itu pertama kalinya terjadi sejak tahun 1962.

Dikutip dari Reuters, Rabu (12/2/2020), peristiwa tersebut merupakan dampak setelah pabrikan pesawat asal AS ini dihubungkan dengan 2 kecelakaan tragis yang membuat seri pesawat 737 Max-nya tak dapat izin terbang.

Pabrikan pesawat terbang itu memang tengah berjuang dengan krisis yang menimpanya. Bahkan bulan lalu, pabrikan hanya mampe mengirimkan 13 pesawat kepada pelanggannya.

Baca juga: Boeing Cari Pinjaman Dana Sebesar Rp 136 Triliun

Setahun lalu, perusahaan juga hanya mampu menjual 45 pesawat dan mengirimkan 46 pesawat setelah banyak pelanggan membatalkan pesanan.

Sebagian pelanggan Boeing juga berusaha tak melakukan pemesanan pesawat baru untuk tipe 737 Max setidaknya hingga tipe tersebut diizinkan terbang kembali oleh regulator terkait.

Berbeda dengan Boeing, di sisi lain pabrikan pesawat asal Perancis, Airbus yang merupakan saingan terberat Boeing justru membukukan pesanan terbesar sejak 15 tahun lalu pada Januari 2020.

Pabrikan itu menerima pesanan bruto untuk 295 pesawat, atau sekitar 274 pesanan bersih setelah pembatalan.

Bisa dibilang, tahun 2019 merupakan salah satu tahun terburuk Boeing dalam hal pemesanan sembari berjuang melawan krisis. Sebab, krisis tersebut menyebabkan penghentian pemesanan pertamanya dalam 20 tahun terakhir untuk tipe 737 Max.

Baca juga: Boeing Punya CEO Baru, Ini Pekerjaan Rumahnya

Belum lagi, perusahaan harus kehilangan CEO Boeing Dennis Muilenburg yang lengser pada Desember 2019.

Sementara saat ini, perusahaan berharap terjadi hal positif saat 737 Max kembali diizinkan terbang. Artinya penjualan pesawat berhenti sementara sehingga mengakibatkan kerugian miliaran dollar bagi perusahaan dan pemasoknya.

Maskapai-maskapai dunia pun terpaksa menonaktifkan Boeing 737 Max setidaknya hingga pertengahan Maret 2020, yang menyebabkan ribuan penerbangan dibatalkan.

Utang Boeing sendiri naik 2 kali lipat menjadi 27,3 miliar dollar AS pada tahun 2019.

Fitch Ratings memperkirakan, utang Boeing bakal memuncak sampai 32 miliar dollar AS hingga 34 miliar dollar AS setelah melihat adanya kenaikan utang di kuartal I dan II 2020.



Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

India Dilanda 'Tsunami' Covid-19, Bagaimana Ekspor Batu Bara ABM Investama?

India Dilanda "Tsunami" Covid-19, Bagaimana Ekspor Batu Bara ABM Investama?

Whats New
Pemegang Polis Ritel Jiwasraya Kembalikan 14.000 Surat Program Restrukturisasi

Pemegang Polis Ritel Jiwasraya Kembalikan 14.000 Surat Program Restrukturisasi

Whats New
Terima 899 Aduan THR, Menaker Ida Minta Pemda Sanksi Tegas Pelanggar Aturan

Terima 899 Aduan THR, Menaker Ida Minta Pemda Sanksi Tegas Pelanggar Aturan

Rilis
Dapat Bantuan Alsintan dari Kementan, Ketua Kelompok Tani di Lampung Tengah: Alhamdulillah

Dapat Bantuan Alsintan dari Kementan, Ketua Kelompok Tani di Lampung Tengah: Alhamdulillah

Rilis
Harga Tiket Angkutan Umum Naik, BI Catat Inflasi 0,15 Persen di Awal Mei

Harga Tiket Angkutan Umum Naik, BI Catat Inflasi 0,15 Persen di Awal Mei

Whats New
ABM Investama Putuskan Tidak Tebar Dividen, Ini Alasannya

ABM Investama Putuskan Tidak Tebar Dividen, Ini Alasannya

Whats New
Beli Saham Holywings, Nikita Mirzani Gelontorkan Miliaran Rupiah

Beli Saham Holywings, Nikita Mirzani Gelontorkan Miliaran Rupiah

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Melihat Hubungan Ayah dan Anak Perempuannya Lebih Dalam

[KURASI KOMPASIANA] Melihat Hubungan Ayah dan Anak Perempuannya Lebih Dalam

Rilis
Hotman Paris Jor-joran Cairkan Deposito untuk Beli Saham Holywings

Hotman Paris Jor-joran Cairkan Deposito untuk Beli Saham Holywings

Whats New
Menaker Ancam Perusahaan Yang Tak Bayar THR akan Dikenai Sanksi Tegas

Menaker Ancam Perusahaan Yang Tak Bayar THR akan Dikenai Sanksi Tegas

Rilis
Ini Alasan Nikita Mirzani Beli Saham Holywings Hingga Miliaran Rupiah

Ini Alasan Nikita Mirzani Beli Saham Holywings Hingga Miliaran Rupiah

Whats New
Jelang Lebaran, BPH Migas Minta Pertamina Jaga Pasokan BBM di Sumbagsel

Jelang Lebaran, BPH Migas Minta Pertamina Jaga Pasokan BBM di Sumbagsel

Whats New
Lindungi Konsumen dan Industri, Kemenperin Dorong Penerapan SNI untuk Perhiasan

Lindungi Konsumen dan Industri, Kemenperin Dorong Penerapan SNI untuk Perhiasan

Rilis
Hotman Paris Targetkan Holywings Punya 100 Outlet dan IPO di Bursa

Hotman Paris Targetkan Holywings Punya 100 Outlet dan IPO di Bursa

Whats New
AirNav Pastikan Video Viral yang Menampilkan Penerbangan Berisi WNA Hoaks

AirNav Pastikan Video Viral yang Menampilkan Penerbangan Berisi WNA Hoaks

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X