Tumbuh 12 Persen, Pegadaian Bukukan Laba Rp 3,1 Triliun Sepanjang 2019

Kompas.com - 13/02/2020, 13:43 WIB
 Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto (keempat kiri) memaparkan kinerja PT Pegadaian (Persero) sepanjang tahun 2019 di Jakarta, Kamis (13/2/2020). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto (keempat kiri) memaparkan kinerja PT Pegadaian (Persero) sepanjang tahun 2019 di Jakarta, Kamis (13/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pegadaian (Persero) membukukan laba sebesar Rp 3,1 triliun pada 2019 atau tumbuh 12 persen dari Rp 2,8 triliun pada tahun 2018.

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto mengatakan, capaian tersebut didorong oleh sejumlah produk inovatif berbasis digital yang diluncurkan perseroan dan menjalin kolaborasi dengan ratusan mitra di tanah air.

Dia bilang, kolaborasi tersebut juga mendorong penambahan nasabah Pegadaian dari 10,64 juta ditahun 2018 menjadi 13,86 juta di tahun 2019.

Baca juga: Akhir 2019, Pegadaian Target Penjualan Emas Capai Rp 3,3 Triliun

"Artinya pencapaian sangat bagus menurut kami. Mencari nasabah baru tidak mudah ditengah kondisi ekonomi pada 2019, dan Pegadaian sanggup mendapat tambahan 3,2 juta nasabah," kata Kuswiyoto di Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Selain itu, Pegadaian mampu membukukan outstanding pembiayaan (OSL) sebesar Rp 50,4 triliun atau tumbuh 23,3 persen dari Rp 40,9 triliun pada 2018. Pegadaian mampu menjaga NPL gross diangka 1,75 persen.

Sejalan dengan itu, Pegadaian mampu omzet sebesar sebesar Rp 145,6 triliun atau Rp 150,3 triliun secara konsolidasian.

Tak hanya itu, perseroan juga membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 17,7 triliun, naik 39,3 persen dibandingkan dengan periode yang sama 2018 sebesar Rp 12, 7 triliun.

Baca juga: Arisan Emas Pegadaian, Ini Keunggulannya

Aset Pegadaian sepanjang 2019 meningkat 23,7 persen menjadi Rp 65,3 triliun dari tahun sebelumnya Rp 52,8 triliun.

Kuswiyoto bilang, produk gadai masih mendominasi kinerja pegadaian dibanding non-gadai dengan komposisi sebesar 80 persen : 20 persen.

Dilihat dari portofolio OSL, portofolio OSL segmen gadai berada di angka Rp 40,3 triliun sementara OSL non gadai sebesar Rp 10,1 triliun.

“Kami akan terus fokus pakai core business gadai, selain mengembangkan produk-produk lain non gadai. Jadi sampai 5 tahun ke depan pun bisnis gadai masih mendominasi portofolio bisnis," ungkap Kuswiyoto.

Adapun sepanjang tahun 2019 hingga Februari 2020, Pegadaian telah menjalin sinergi dan kolaborasi dengan 541 instansi, yang terdiri dari 133 instansi pemerintah, 84 instansi BUMN, 210 instansi swasta, dan 114 instansi perguruan tinggi baik swasta maupun negeri. 

Sinergi dan kolaborasi tersebut mendorong pertumbuhan jumlah nasabah Pegadaian, naik signifikan 30,2 persen secara tahunan (yoy) menjadi 13,86 juta nasabah pada akhir 2019, jumlah pemilik tabungan emas menjadi 4,6 juta nasabah.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X