DPR Minta BUMN Ciptakan Ekosistem di Tiga Industri Ini

Kompas.com - 13/02/2020, 15:42 WIB
Ilustrasi pertanian Kompas/Mohammad Hilmi FaiqIlustrasi pertanian

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi VI DPR RI, Deddy Yevri Sitorus menyatakan pentingnya kolaborasi dan sinergi antar Badan Usaha Milik Negara ( BUMN).

Ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan strategis nasional.

Kementerian BUMN, kata Deddy, harus memainkan peran sebagai fasilitator untuk menciptakan ekosistem industri yang bermanfaat bagi rakyat.

"Terutama dalam bidang pertanian dan agroindustri serta industri kelautan," kata Deddy, dalam pernyataannya, Kamis (13/2/2020).

Baca juga: Erick Thohir: Jangan Semua BUMN Minta Uang ke Negara, Tapi Ujung-ujungnya Rugi

Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan BUMN Industri Strategis, Rabu (12/2/2020) kemarin, Deddy menyoroti tidak jelasnya fokus bisnis BUMN Strategis dalam mendukung akselerasi dan modernisasi kegiatan perekonomian yang menyentuh rakyat banyak.

Deddy memberikan contoh perlunya dibahas rencana pembuatan spur (kereta mini) untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan menuju tempat pengumpulan atau jalan besar.

“Bayangkan, sawit saja kita punya luas lebih dari 16 juta hektare, kalau bisa diintervensi dengan teknologi pengangkutan hasil produksi pertanian yang terjangkau dan andal tentu akan bermanfaat bagi pembangunan ekonomi," ungkap Deddy.

Menurut Deddy, dengan pemanfaatan teknologi sederhana itu akan menghemat triliunan rupiah dari investasi dan perawatan truk pengangkutan yang masih 100 persen impor, dan menghemat biaya pembuatan jalan desa serta jalan usaha tani di seluruh Indonesia.

Hal yang sama juga terjadi bila BUMN strategis mampu menciptakan drone bagi proses pemupukan perkebunan.

"Bisa dibayangkan efisiensi yang terjadi kalau belasan juta hektare itu bisa dipupuk menggunakan drone," terang Deddy.

Baca juga: Erick Thohir Ingin 30 Persen Dana CSR BUMN untuk Pendidikan

Untuk itu Deddy mengusulkan agar Kementerian BUMN mampu mendorong kolaborasi antar BUMN dan antar kementeriam terkait untuk mendukung penciptaan teknologi yang bermanfaat bagi rakyat dan dunia usaha yang berperan sebagai ujung tombak ekonomi.

"Jangan sampai BUMN strategis ini hanya berpikir yang 'high tech' saja, sebab sebagai agent of development BUMN harus mampu memberikan jawaban bagi kebutuhan nasional. Jangan sampai kita terus abai sehingga untuk cangkul saja kita masih tetap harus impor," ujarnya.

Terakhir, Deddy meminta BUMN memberikan laporan kepada DPR tentang produk-produk yang sudah diproduksi dengan harga terjangkau tetapi oleh instansi atau lembaga masih terus diimpor dari luar negeri, seperti di bidang persenjataan atau lokomotif kereta api.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X