Kompas.com - 14/02/2020, 14:52 WIB
Warga melintas di depan kantor Asuransi Jiwasraya di Jalan Juanda, Jakarta, Rabu (11/12/2019). Pemerintah sudah memiliki skenario untuk menangani masalah kekurangan modal PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yakni dengan cara pembentukan holding asuransi atau penerbitan obligasi subordinasi atau mandatory convertible bond (MCB) dan pembentukan anak usaha PT Jiwasraya Putra. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj. ANTARAFOTO/GALIH PRADIPTAWarga melintas di depan kantor Asuransi Jiwasraya di Jalan Juanda, Jakarta, Rabu (11/12/2019). Pemerintah sudah memiliki skenario untuk menangani masalah kekurangan modal PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yakni dengan cara pembentukan holding asuransi atau penerbitan obligasi subordinasi atau mandatory convertible bond (MCB) dan pembentukan anak usaha PT Jiwasraya Putra. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Nasabah Asuransi Jiwasraya tidak diberikan kepastian kapan klaim mereka segera dibayarkan. Rencana Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membayarkan kewajiban nasabah masih sekadar janji.

Padahal mereka membutuhkan dana tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Demi mendapatkan kepastian, mereka mendatangi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beberapa hari lalu. Bukan kepastian yang didapat, mereka justru merasa diabaikan oleh kedua lembaga negara tersebut.

Baca juga: Penyehatan Jiwasraya, Pemerintah Kaji Skema Ini

Tak menyerah, para nasabah produk Jiwasraya Saving Plan ini berencana mengadu ke Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai mitra kerja Kemenkeu dan OJK.

Salah satu nasabah Jiwasraya, Puspita mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat sebanyak dua kali ke DPR.

“Kami berharap bisa mendapatkan kesempatan untuk audiensi lagi, yang sebelumnya pernah kami lakukan di Komisi VI DPR,” kata Puspita di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Tips Menyiapkan Bujet Biar Bisa Wujudkan Pernikahan Impian

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika audensi dengan Komisi XI terpenuhi, komisi ini bisa memanggil Kemenkeu dan OJK sebagai mitra kerjanya serta meminta mereka mencari jalan keluar atas klaim yang belum dibayarkan Jiwasraya sejak Oktober 2018 lalu.

“Untuk saat ini, kami masih menunggu respons dari DPR. Semoga kami bisa mendapatkan kesempatan audiensi,” ungkapnya.

Pada Rabu (12/2/2020) lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tidak bisa menemui nasabah karena alasan sedang ada agenda di luar kantor. Padahal para nasabah sudah menunggu Sri Mulyani sejak pagi.

Apalagi, kebanyakan anggota Forum Komunikasi Pemegang Polis Bancassurance Jiwasraya telah memasuki masa pensiun dan berusia lanjut. (Ferrika Sari | Herlina Kartika)

Baca juga: Sama-sama Turun, Lebih Murah Mana BBM Shell Vs Pertamina?

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Diabaikan OJK dan Kemenkeu, nasabah Jiwasraya mengadu ke DPR

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menilik Kasus UMKM Frozen Food, Terancam Denda Rp 4 Miliar Hingga Aturan Mainnya

Menilik Kasus UMKM Frozen Food, Terancam Denda Rp 4 Miliar Hingga Aturan Mainnya

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
Jelang IPO, GoTo Dapat Suntikan Dana dari Abu Dhabi Rp 5,7 Triliun

Jelang IPO, GoTo Dapat Suntikan Dana dari Abu Dhabi Rp 5,7 Triliun

Rilis
Rugi 6 Tahun Beruntun, Bank Jago Akhirnya Cetak Laba Rp 14 Miliar

Rugi 6 Tahun Beruntun, Bank Jago Akhirnya Cetak Laba Rp 14 Miliar

Whats New
Naik Pesawat Wajib PCR, Harga Tes Diminta Rp 50.000 hingga Kadin Minta Aturan Dicabut

Naik Pesawat Wajib PCR, Harga Tes Diminta Rp 50.000 hingga Kadin Minta Aturan Dicabut

Whats New
BTN Targetkan Kredit Tumbuh Double Digit pada 2022

BTN Targetkan Kredit Tumbuh Double Digit pada 2022

Whats New
IHSG Diprediksi Melemah, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Diprediksi Melemah, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Aturan Terbaru Penerbangan, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat dan Wajib Tes RT-PCR Mulai 24 Oktober

Aturan Terbaru Penerbangan, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat dan Wajib Tes RT-PCR Mulai 24 Oktober

Whats New
Kenali Kriteria Ideal dari Seorang Manajer Proyek

Kenali Kriteria Ideal dari Seorang Manajer Proyek

Work Smart
Riset LD FEB UI: Gojek Sumbang Rp 249 Triliun untuk Ekonomi Indonesia

Riset LD FEB UI: Gojek Sumbang Rp 249 Triliun untuk Ekonomi Indonesia

Whats New
[POPULER MONEY] Indonesia Penyebab Krisis Energi Singapura | Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat

[POPULER MONEY] Indonesia Penyebab Krisis Energi Singapura | Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat

Whats New
Kementerian Perdagangan Punya Logo Baru, Ini Tampilannya

Kementerian Perdagangan Punya Logo Baru, Ini Tampilannya

Whats New
Menteri Investasi: Kami Anggap Pandemi Sebagai Peluang di Tengah Tantangan

Menteri Investasi: Kami Anggap Pandemi Sebagai Peluang di Tengah Tantangan

Whats New
Bikin Polusi, Pemerintah Janji Tak Lagi Terima Usulan Proyek PLTU Baru

Bikin Polusi, Pemerintah Janji Tak Lagi Terima Usulan Proyek PLTU Baru

Whats New
Apa Itu Cover Letter Untuk Melamar Kerja?

Apa Itu Cover Letter Untuk Melamar Kerja?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.