Ini 4 Klasifikasi Resepsi Pernikahan Berdasarkan Nominal Bujet

Kompas.com - 14/02/2020, 16:02 WIB
Ilustrasi pernikahan ShutterstockIlustrasi pernikahan
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada empat klasifikasi resepsi pernikahan yang umum digelar berdasarkan nominal bujetnya.

Menurut survei Bridestory Indonesia Wedding Industry, empat kategori tersebut adalah affordable, moderate, premium, dan luxurious.

Klasifikasi tersebut juga didasarkan pada kisaran tamu undangan mulai dari 50 pax sampai 1.000 pax.

Baca juga: Dapat Bonus Tahunan? Gunakan Uangnya untuk 4 Hal Ini

Untuk kategori affordable, biaya yang diperlukan adalah Rp 20 juta sampai dengan Rp 400 juta. Untuk kategori moderate berkisar Rp 40 juta sampai dengan Rp 800 juta.

Sementara untuk kategori premium adalah Rp 100 juta sampai dengan Rp 2 miliar. Untuk kategori luxurious, berkisar Rp 350 juta sampai dengan Rp 7 miliar.

Mahalnya kategori luxurius ini karena pernikahan yang digelar di luar kota atau luar negeri. Selain itu dalam resepsi juga mengundang selebritis sebagai pengisi acara, dan menggunakan jasa vendor premium.

Baca juga: Tips Menyiapkan Bujet Biar Bisa Wujudkan Pernikahan Impian

Senior Manager Business Development Sequis Life, Yan Ardhianto Handoyo mengatakan dari 4 kategori tersebut, kisaran angka yang dianggap wajar untuk pesta pernikahan tergantung dari jumlah tamu yang diundang.

"Kisaran angka yang dianggap wajar juga berdasarkan kemewahan acara, tipe pesta pernikahan yang diimpikan, pemilihan lokasi serta pilihan jenis hidangan (catering)," kata Yan melalui siaran pers, Kamis (13/2/2020).

Namun, sebagai panduan membuat bujet Yan menyarankan pembagian 40 persen biaya konsumsi (Food and Beverage), 20 persen biaya dekorasi, 5 persen untuk biaya akad nikah/pemberkatan pernikahan.

Sementara itu, untuk biaya pakaian dan venue masing - masing 8 persen, untuk dokumentasi, sovenir dan undangan masing-masing 3 persen. Sementara biaya lainnya 5 persen.

Baca juga: Kenali Faktor yang Bikin Biaya Nikah Menjadi Melonjak



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Bisa Dapat Porsi dari Laba LPI hingga 30 Persen

Pemerintah Bisa Dapat Porsi dari Laba LPI hingga 30 Persen

Whats New
Soal Pendaftaran Tanah secara Elektronik, Ini Kata Kementerian ATR

Soal Pendaftaran Tanah secara Elektronik, Ini Kata Kementerian ATR

Whats New
KKP Lepasliarkan 16.975 Ekor Benih Lobster Hasil Selundupan

KKP Lepasliarkan 16.975 Ekor Benih Lobster Hasil Selundupan

Whats New
Dewan Pengawas Sebut Dugaan Korupsi Dana Investasi BPJS Ketenagakerjaan Merupakan Potential Loss Selama 2020

Dewan Pengawas Sebut Dugaan Korupsi Dana Investasi BPJS Ketenagakerjaan Merupakan Potential Loss Selama 2020

Whats New
Platform Ini Terima Donasi Bitcoin untuk Bantu Korban Bencana Alam

Platform Ini Terima Donasi Bitcoin untuk Bantu Korban Bencana Alam

Rilis
Dorong Produksi Lokal, Mentan Usulkan Kedelai Masuk Bagian Pangan Strategis

Dorong Produksi Lokal, Mentan Usulkan Kedelai Masuk Bagian Pangan Strategis

Whats New
Jamkrindo Telah Beri Penjaminan Kredit Modal Kerja Rp 9,34 Triliun

Jamkrindo Telah Beri Penjaminan Kredit Modal Kerja Rp 9,34 Triliun

Whats New
Pasar Respons Perpanjangan Masa PPKM, IHSG Tak Mampu Bangkit

Pasar Respons Perpanjangan Masa PPKM, IHSG Tak Mampu Bangkit

Whats New
Bandingkan Lembaga Investasi di Beberapa Negara, Sri Mulyani Sebut LPI Mirip di India

Bandingkan Lembaga Investasi di Beberapa Negara, Sri Mulyani Sebut LPI Mirip di India

Whats New
IHSG Ditutup Melemah, Rupiah Menguat Tipis

IHSG Ditutup Melemah, Rupiah Menguat Tipis

Whats New
Naiknya Joe Biden Dinilai Tak Beri Dampak Signifikan Investasi Langsung AS ke RI

Naiknya Joe Biden Dinilai Tak Beri Dampak Signifikan Investasi Langsung AS ke RI

Whats New
BEI Mulai Implementasikan Klasifikasi Baru untuk Sektor Saham

BEI Mulai Implementasikan Klasifikasi Baru untuk Sektor Saham

Whats New
Pengusaha Ungkap Temuan Beras Impor Vietnam yang Rembes ke Pasar

Pengusaha Ungkap Temuan Beras Impor Vietnam yang Rembes ke Pasar

Whats New
Realisasi Investasi RI di 2020 Mencapai Rp 826,3 Triliun

Realisasi Investasi RI di 2020 Mencapai Rp 826,3 Triliun

Whats New
Jokowi Perintahkan Bahlil Gaet Investasi Rp 900 Triliun di 2021

Jokowi Perintahkan Bahlil Gaet Investasi Rp 900 Triliun di 2021

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X