Luhut Bicara Ibu Kota Baru RI di Hadapan Investor AS

Kompas.com - 14/02/2020, 17:42 WIB
Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memberikan keterangan pers di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (7/2/2020). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIMenko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memberikan keterangan pers di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (7/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menko Maritim dan Invesasi, Luhut B. Pandjaitan mengungkapkan berbagai rencana pemerintah Indonesia ke investor AS. Salah satunya terkait pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur. 

Luhut juga mengungkapkan rasa optimis akan lebih banyak lagi perusahaan Amerika Serikat datang ke Indonesia bila US International Development Finance Corporation (DFC) masuk ke Indonesia.

"Saya kira dengan masuknya DFC ini akan menambah confidence perusahaan lain di sini untuk berinvestasi di Indonesia, " ujar Menko Luhut saat berkunjung ke Washington seperti dikutip dari siaran pers, Jumat (14/2/2020).

Di AS, Luhut bertemu perwakilan perusahaan besar misalnya General Electric, Boeing, Chevron, Chubb, hingga Conoco Phillips. Menurut Luhut, perusahaan itu menanyakan omnibus law, digitalisasi, big data, perpajakan, termasuk ibu kota baru juga ditanyakan oleh para calon investor.

Baca juga: Luhut Sebut Wabah Virus Corona Tak Terlalu Berdampak ke Indonesia, Apa Buktinya?

"Ibu Kota yang baru nanti akan menjadi ibu kota pertama di dunia yang hanya membolehkan mobil elektrik di dalam kota, mobil non-elektrik akan diminta parkir sebelum memasuki kota. Karena nantinya ini akan merupakan kota hijau semua aspeknya harus ramah lingkungan," kata Luhut.

Luas wilayah ibu kota nanti akan memakan lahan seluas 256.000 hektar, tetapi masih bisa diperluas hingga 410.000 hektar. Pembebasan tanah diharapkan bisa dimulai pertengahan tahun ini, sedangkan master plan akan dimulai akhir 2020.

Mengenai pertahanan kemaritiman di Indonesia, mantan perwira tinggi Kopassus itu mengatakan pemerintah mulai memperkuat coast guard (petugas penjaga kelautan).

"Lalu kami juga memesan kapal fregat, ocean going, lalu ada drone untuk memperkuat pengawasan di perbatasan laut," kata Menko Luhut. 

Baca juga: KPK Lelang 6 Mobil Koruptor, dari Pajero hingga Jeep Wrangler

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X