[POPULER MONEY] Daftar BUMN yang Punya Kampus | Sandiaga Diberi Rp 100.000 oleh Garuda

Kompas.com - 15/02/2020, 07:00 WIB
Ilustrasi PixabyIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri BUMN Erick Thohir menyorot sejumlah BUMN yang masuk ke bisnis pendidikan karena berada di luar expertise perusahaan milik negara yang menjalankannya.

Berita tersebut menjadi yang terpopuler sepanjang hari kemarin, Jumat (14/2/2020). Sementara itu berita terpopuler lainnya adalah seputar isi omnibus law dan implikasinya ke pekerja dan Sandiaga Uno diberi kompensasi Rp 100.000 oleh Garuda Indonesia. Berikut daftar berita terpopulernya:

1. Dikritik Erick Thohir, Ini Deretan BUMN yang Punya "Bisnis" Kampus

Menteri BUMN Erick Thohir baru-baru ini menyoroti perusahaan-perusahaan negara yang merambah sektor pendidikan dengan mendirikan perguruan tinggi.

Menurut mantan Presiden Inter Milan ini menyebut, urusan pendidikan harusnya biarlah diserahkan pada perguruan tinggi yang sudah ada baik negeri maupun swasta, sehingga BUMN fokus pada lini bisnis utamanya masing-masing.

“Saya sedang review apa benar BUMN punya universitas-universitas. Karena wong bersaing di bisnisnya saja belum tentu survive, apalagi jalankan sesuatu yang bukan expertise-nya,” ucap Erick Thohir di Jakarta, Rabu (12/2/2020) lalu. Selengkapnya silakan baca di sini.

2. Ingin Kaya di Usia 40-an? Lakukan 4 Hal Ini di Usia 30-an

Menjadi kaya tentu merupakan sebuah cita-cita. Apalagi menjadi kaya di usia 40 tahunan, sehingga ketenangan terwujud saat masa pensiun tiba.

Agar dapat kaya di usia 40 tahunan sebenarnya dapat diwujudkan sejak usia 30 tahunan. Akan tetapi, usia 30 tahunan biasanya merupakan periode hiruk pikuk keuangan, mulai dari membeli rumah, hingga membesarkan anak.

Nah, Anda dapat mewujudkan cita-cita menjadi kaya di usia 40-an. Selengkapnya silakan baca di sini.

3. Omnibus Law, Pemerintah Pangkas Uang Penghargaan Pekerja, Ini Detailnya

Pemerintah berencana mengubah skema pemberian uang pesangon dan penghargaan kepada pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Perubahan skema pemberian pesangon dan penghargaan ini tercantum dalam draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja yang diterima Kompas.com.

Adapun detail mengenai besaran pesangon dan penghargaan tercantum dalam Pasal 156 RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Selengkapnya silakan baca di sini.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X