KILAS

Realisasi Pupuk Bersubsidi Rendah, Kementan Beri Solusi Lewat eRDKK

Kompas.com - 17/02/2020, 10:27 WIB
Terlihat seoarang pegawai sedang membereskan karung untuk membungkus pupuk bersubsidi DOK. Humas Kementerian Pertanian RITerlihat seoarang pegawai sedang membereskan karung untuk membungkus pupuk bersubsidi

Berdasarkan data PT Pupuk Indonesia, pupuk bersubsidi yang akan disalurkan dalam tahun 2020 adalah 7,949 juta ton. Namun, realisasi sampai Jumat (14/2/2020) baru 1,43 juta ton atau 17,98 persen.

“Berdasarkan data tersebut, stok pupuk bersubsidi yang ada masih sangat aman,” kata Sarwo Edhy.

Baca juga: Petani Keluhkan Alokasi Pupuk Bersubsidi, Produsen Sebut Stok Aman

Dia mencontohkan, Sumatera Utara (Sumut) yang mengajukan pupuk sebanyak 228,337 ton, realisasinya baru 5.668 ton atau baru 2,48 persen.

Hal serupa terjadi di Bangka Belitung. Dari jumlah 101,572 ton pupuk yang diajukan, realisasi penyalurannya baru 2.084 ton atau baru 2.05 persen.

Hingga Februari, imbuh Sarwo Edhy, daerah dengan realisasi penyerapan tertinggi adalah Jawa Barat dengan penyaluran mencapai 159.109 ton dari 578.809 ton pupuk yang diajukan atau mencapai 27,49 persen.

“Lalu, diikuti Kalimantan Timur. Dari 18.522 ton yang direncanakan, realisasinya baru 3.909 ton atau 21,10 persen,” ujar dia.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X