Berkat Kerupuk Mlarat, Muanah Raup Omzet Rp 20 Juta

Kompas.com - 17/02/2020, 12:20 WIB

Muanah juga menyebut dengan tambahan modal usaha ia bisa memperoleh keuntungan lebih yang juga bisa ia manfaatkan meningkatkan produksi dari yang hanya 1 kwintal per hari kini bisa sampai 2 atau 3 kwintal per hari.

Di sisi lain kini ia sudah mempekerjakan 9 orang pekerja dengan gaji variatif dari mulai Rp 160.000 per hari per orang (kerja borongan) atau dengan target pengulenan 2 kwintal.

Saat ini Muanah sudah memperoleh omzet kurang lebih Rp 20 juta per bulan.

Ibu dua anak berharap usahanya terus berkembang. “Kalau bisa ya saya maunya usaha kerupuk ini bisa sampai Indramayu. Terus juga mau beli mesin cetak dan potong. Mahal sekali, harganya sampai Rp 35 juta,” ungkapnya.

Berkat perkembangannya dalam berusaha, Muanah pun mendapatkan penghargaan BTPN Syariah dengan memberangkatkannya umrah. Dia pun berangan bisa berangkat haji.

Selain menjalankan usaha kerupuk pasir, kini Muanah aktif sebagai ketua sentra dalam kegiatan komunitas yang digelar BTPN Syariah sebagai penyaluran kredit usaha mikro, selama dua pekan sekali.

Sebagai ketua sentra, Muanah bertanggung jawab terhadap kehadiran anggotanya. Adapun kegiatan pertemuan yang dilakukan adalah pemberian materi sosialisasi atau edukasi dalam pengelolaan keuangan oleh Community Officer (CO) Bank BTPN Syariah.

CO juga mengedukasi anggota komunitas untuk menabung semampunya, misal Rp 5.000. Dengan menabung, diharapkan pengusaha mikro bisa lebih mandiri dan tidak berharap sepenuhnya hanya kepada pinjaman modal usaha saja.

Baca juga: Cuan Perayaan Imlek, Omzet Pedagang Glodok Naik 3 Kali Lipat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bos Sampoerna Sebut Perusahaan Besar Perlu Melakukan Inovasi Disruptif

Bos Sampoerna Sebut Perusahaan Besar Perlu Melakukan Inovasi Disruptif

Rilis
Luhut: Jika Kurs Rupiah Tembus Rp 16.000, Bukan karena Ekonomi RI Enggak Bagus

Luhut: Jika Kurs Rupiah Tembus Rp 16.000, Bukan karena Ekonomi RI Enggak Bagus

Whats New
Kalah Gugatan soal Nikel di WTO, Indonesia Akan Terus Jalankan Hilirisasi

Kalah Gugatan soal Nikel di WTO, Indonesia Akan Terus Jalankan Hilirisasi

Whats New
Tekan Emisi Karbon, BCA Tanam 1.000 Bibit Pohon Durian di Gunung Sasak

Tekan Emisi Karbon, BCA Tanam 1.000 Bibit Pohon Durian di Gunung Sasak

Whats New
Maksimalkan Penggunaan Produk Dalam Negeri, Kemenperin Permudah Aturan Verifikasi TKDN

Maksimalkan Penggunaan Produk Dalam Negeri, Kemenperin Permudah Aturan Verifikasi TKDN

Whats New
Petakan Masalah Pangan di RI, BPS Akan Lakukan Sensus Pertanian pada 2023

Petakan Masalah Pangan di RI, BPS Akan Lakukan Sensus Pertanian pada 2023

Whats New
Bersertifikasi TKDN, UMK Diharapkan Tak Lagi Jual Produk Impor

Bersertifikasi TKDN, UMK Diharapkan Tak Lagi Jual Produk Impor

Whats New
Ombudsman RI: Kementan Dinyatakan Lakukan Maladministrasi Terkait Pendataan Kartu Tani untuk Penerima Pupuk Bersubsidi

Ombudsman RI: Kementan Dinyatakan Lakukan Maladministrasi Terkait Pendataan Kartu Tani untuk Penerima Pupuk Bersubsidi

Whats New
Diminta Mundur, Karyawan Jiwasraya Tuntut Hak Dipenuhi

Diminta Mundur, Karyawan Jiwasraya Tuntut Hak Dipenuhi

Whats New
BPJS Orang Kaya Tidak Dibedakan, Begini Penjelasan Menkes

BPJS Orang Kaya Tidak Dibedakan, Begini Penjelasan Menkes

Whats New
PMI Program IJEPA Akan Dapat Pelatihan Bahasa Jepang

PMI Program IJEPA Akan Dapat Pelatihan Bahasa Jepang

Whats New
Ini Kriteria Perusahaan yang Masuk Papan Ekonomi Baru Bursa Efek Indonesia

Ini Kriteria Perusahaan yang Masuk Papan Ekonomi Baru Bursa Efek Indonesia

Whats New
RUU EBT Atur Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

RUU EBT Atur Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Whats New
Pengusaha: Bukan soal Angka Upah, tapi Perubahan Regulasi yang Ganggu Iklim Investasi

Pengusaha: Bukan soal Angka Upah, tapi Perubahan Regulasi yang Ganggu Iklim Investasi

Whats New
Kemenko Perekonomian: Jumlah Startup Indonesia Peringkat 6 Besar Dunia

Kemenko Perekonomian: Jumlah Startup Indonesia Peringkat 6 Besar Dunia

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.