Ini Cara Menghindari Reksa Dana “Saham Gorengan”

Kompas.com - 17/02/2020, 14:45 WIB
Ilustrasi pergerakan harga saham THINKSTOCKSIlustrasi pergerakan harga saham

Sebaliknya jika kenaikan harga reksa dana di atas persentase, maka selisihnya dikembalikan oleh investor.

Berbeda dengan saham gorengan, pergerakan harga yang stabil, janji return yang moderat, dan cara kerja yang seperti deposito, membuatnya lebih mudah untuk memikat investor dalam segmen yang lebih luas tidak seperti saham gorengan yang hanya ke pemain saham saja.

Manajer Investasi yang kerjanya sesuai aturan terus terang sangat sulit untuk bersaing karena memberikan janji return selain jenis reksa dana terproteksi merupakan tindakan yang melanggar aturan.

Reksa dana terproteksi juga memiliki risiko yang harus dijelaskan secara eksplisit. Belum lagi kinerja IHSG dalam beberapa tahun ini juga stagnan dan cenderung negatif.

3 Tips Menghindar

Untuk menghindar dari saham gorengan, bagi orang awam yang tidak memiliki pengetahuan di pasar modal, maka bisa mencoba mencari tahu apakah saham tersebut sering masuk dalam kategori UMA atau tidak.

Perhatikan apakah kenaikan laba bersih perusahaan sejalan dengan kenaikan harganya. Dalam hal ini bisa menggunakan rasio valuasi seperti Price Earning Ratio. Biasanya jika sudah di atas 25x sudah tergolong mahal.

Reksa dana saham gorengan sebagaimana pemaparan di atas, memiliki cara menggoda investor yang berbeda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk itu, ciri utama yang harus segera kita hindari apabila reksa dana tersebut menawarkan tingkat return pasti selain jenis reksa dana terproteksi.

Menyebutkan return historis dan merata-ratakannya memang diperbolehkan, tapi itu bukan jaminan akan terulang di masa mendatang. Masa investasi reksa dana terproteksi juga biasanya 2-3 tahun. Jika ada yang di bawah 1 tahun, bisa dipastikan itu bukan reksa dana terproteksi.

Kemudian investor juga bisa melihat laporan bulanan reksa dana atau dikenal dengan Fund Fact Sheet (FFS). Dalam FFS biasanya terdapat 5 atau 10 besar saham atau obligasi yang menjadi aset dasar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspada Pembobolan Akun Berkedok Bank BCA, Ini Tips Menjaga Keamanan BCA ID

Waspada Pembobolan Akun Berkedok Bank BCA, Ini Tips Menjaga Keamanan BCA ID

BrandzView
Menkop Teten: Sudah 15,9 Juta UMKM Masuk ke Pasar Digital

Menkop Teten: Sudah 15,9 Juta UMKM Masuk ke Pasar Digital

Whats New
Stabilkan Harga Telur Ayam yang Anjlok, Berdikari Serap Telur dari Peternak di Blitar

Stabilkan Harga Telur Ayam yang Anjlok, Berdikari Serap Telur dari Peternak di Blitar

Rilis
Cara Membuat Promo Toko di Shopee Untuk Menggaet Pembeli

Cara Membuat Promo Toko di Shopee Untuk Menggaet Pembeli

Whats New
Bank CIMB Niaga Luncurkan Tabungan Digital OCTO Savers yang Bebas Biaya Transaksi

Bank CIMB Niaga Luncurkan Tabungan Digital OCTO Savers yang Bebas Biaya Transaksi

Whats New
Realisasi Anggaran PEN 2021 Baru 53,2 Persen

Realisasi Anggaran PEN 2021 Baru 53,2 Persen

Whats New
Serukan Beli Produk Lokal, Iriana Jokowi Tantang UMKM Manfaatkan Peluang Untuk Dongkrak Penjualan

Serukan Beli Produk Lokal, Iriana Jokowi Tantang UMKM Manfaatkan Peluang Untuk Dongkrak Penjualan

Whats New
Luhut: Tunjukkan ke Dunia, Indonesia Bukan seperti 10 Tahun Lalu

Luhut: Tunjukkan ke Dunia, Indonesia Bukan seperti 10 Tahun Lalu

Whats New
Pemegang Saham Setujui Rencana Stock Split BCA

Pemegang Saham Setujui Rencana Stock Split BCA

Whats New
Kemenperin: Relaksasi PPnBM Jadi 'Game Changer'

Kemenperin: Relaksasi PPnBM Jadi "Game Changer"

Whats New
Belum Lama Melantai di BEI, Saham Bukalapak Masuk LQ45

Belum Lama Melantai di BEI, Saham Bukalapak Masuk LQ45

Whats New
Sampai Agustus 2021, Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 550,6 Triliun

Sampai Agustus 2021, Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 550,6 Triliun

Whats New
Optimalkan Lahan Sekitar Stasiun, KAI Kembangkan Kawasan TOD

Optimalkan Lahan Sekitar Stasiun, KAI Kembangkan Kawasan TOD

Whats New
Perluas Investasi ke Startup Indonesia, Capria Ventures Gandeng Perusahaan Investasi Milik Pandu Sjahrir

Perluas Investasi ke Startup Indonesia, Capria Ventures Gandeng Perusahaan Investasi Milik Pandu Sjahrir

Rilis
Sebut Gernas BBI dan Penanganan Covid-19 Baik, Luhut: Itu karena Leadership Presiden yang Kuat

Sebut Gernas BBI dan Penanganan Covid-19 Baik, Luhut: Itu karena Leadership Presiden yang Kuat

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.