Menteri KKP Soal KUR: Ada Perbankan Masih Minta Agunan, Catat...

Kompas.com - 18/02/2020, 16:32 WIB
Menteri KKP Edhy Prabowo saat berdialog bersama pembudidaya di Desa Tatelu, Minahasa Utara, Selasa (18/2/2020). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYAMenteri KKP Edhy Prabowo saat berdialog bersama pembudidaya di Desa Tatelu, Minahasa Utara, Selasa (18/2/2020).
|

MINAHASA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo meminta masyarakat Kabupaten Minahasa Utara mencatat semua perbankan yang masih meminta agunan untuk pencairan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Edhy mengatakan, pencatatan tersebut berguna untuk bahan pembicaraan bersama Presiden RI Joko Widodo saat melakukan rapat. Dengan pembicaraan, diharapkan masalah penyaluran KUR dapat terselesaikan.

"Enggak apa-apa, catat saja dulu. Alasannya apa? Ini untuk bahan saya saat rapat dengan Pak Presiden nanti untuk menyelesaikan masalah ini," kata Edhy di Tatelu, Minasaha Utara, Selasa (18/2/2020).

Baca juga: Jika Iuran Batal Naik, Sri Mulyani Ancam Tarik Suntikan Dana Rp 13,5 Triliun dari BPJS Kesehatan

Edhy berujar, memang perbankan selalu mengedepankan kehati-hatian dalam menyalurkan KUR. Namun, dia meminta masyarakat tidak perlu ragu untuk mengakses pendanaan usaha rakyat tersebut.

Sebab, pemerintah telah menganggarkan KUR sebesar Rp 195 triliun pada 2020. Bahkan, bunga pun diturunkan dari 7 persen menjadi 6 persen dengan pagu Rp 50 juta tanpa agunan.

"Pemerintah sudah siapkan KUR. Memang susah kalau belum tahu caranya. Memang agunan sebenarnya formalitas saja. Kalau ada keterangan jelas pekerjaan (Anda) apa, apa yang akan dilakukan setelah akses KUR, itu pasti langsung dikasih," ujar Edhy.

Baca juga: Moeldoko: Presiden Tak Ingin Anggaran Kartu Pra-Kerja Menguap ke Laut

Bahkan, Edhy menyarankan warga untuk mengaksesnya secara berkelompok. Selain lebih mudah, peminjam pun bisa membuat bisnis bersama dengan nominal pinjaman yang lebih besar itu.

Terlebih penyaluran KUR di sektor kelautan dan perikanan masih sangat rendah sekitar Rp 2,5 triliun. Hal tersebut berbeda jauh dengan sektor pertanian yang banyak mengakses KUR.

"Karena industri ini (kelautan dan perikanan) rata-rata yang bergerak adalah perikanan tangkap. Perikanan tangkap itu banyak pemain besar sehingga enggak boleh nyerap kredit KUR. Sedangkan nelayan tradisional jalan ke bank saja grogi. Jangan takut, negara telah menyediakan Rp 195 triliun," pungkas Edhy.

Baca juga: Kisah Rico Huang, Berawal dari Bisnis Casing HP hingga Mampu Beli Ferrari

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X