BRI: Pengaruh Corona Pasti Ada, tapi Kami Sering Hadapi Turbulensi

Kompas.com - 19/02/2020, 06:01 WIB
Direktur Utama BBRI Sunarso dalam konferensi pers perombakan dewan direksi dan dewan komisaris di Jakarta, Senin (2/9/2019). KOMPAS.COM/FIKA NURUL ULYADirektur Utama BBRI Sunarso dalam konferensi pers perombakan dewan direksi dan dewan komisaris di Jakarta, Senin (2/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Sunarso mengatakan adanya virus corona memang berdampak terhadap perekonomian khususnya perbankan.

Namun, sebelum adanya virus corona, BRI telah menghadapi banyak gejolak perekonomian global sehingga mereka sudah menyiapkan strategi untuk menghadapi situasi seperti itu.

"Pengaruh pasti ada, tapi kita sudah sering menghadapi situasi yang turbulance bahkan volatile yang seperti ini, maka risk management kita dibuat untuk meng-cover itu, antara lain dengan PSAK 71 dan kemampuan kami untuk menghimpun laba dan mengalokasikan cadangan," ujarnya di Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Baca juga: Manajemen Bantah Bayar SPP Bisa Pakai GoPay Karena Faktor Nadiem Makarim

Cadangan yang dimaksud menurut dia, cukup kuat untuk meng-cover pertumbuhan. Tetapi, dia berharap dengan adanya omnibus law bisa mendongkrak kembali pertumbuhan ekonomi sesuai target yakni sebesar 5,1-5,3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Tapi secara domestik kita sudah lihat bahwa mungkin dengan omnibus law, kebijakan fiskal yang akomodatif dan kebijakan bank sentral, sangat support terhadap pertumbuhan," katanya.

BRI merencanakan tahun ini untuk mencapai pertumbuhan kredit sebesar 10-12 persen, simpanan Dana Pihak Ketiga (DPK) 10-12 persen, demikian juga laba 10-11 persen, serta Loan to Deposit Ratio (LDR) 89-90 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, BRI membukukan laba sebesar Rp 34,41 triliun hingga kuartal IV 2019. Laba itu tumbuh 6,15 persen secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp 32,4 triliun pada 2018.

Perolehan laba ditopang oleh beberapa segmen, salah satunya penyaluran kredit. Tercatat hingga Desember 2019, penyaluran kredit mencapai Rp 908,88 triliun.

Baca juga: 13 Manager Investasi Terkait Kasus Jiwasraya, Sudah Disanksi OJK?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.