Omnibus Law, Batas Minimal Kepemilikan Pesawat Maskapai Dihapus?

Kompas.com - 19/02/2020, 08:03 WIB
Ilustrasi Omnibus Law. ShutterstockIlustrasi Omnibus Law.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah berencana menghapus aturan mengenai jumlah minimal kepemilikan pesawat oleh angkutan udara niaga berjadwal atau maskapai penerbangan.

Rencana ini masuk ke dalam Draf Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja yang telah diberikan pemerintah kepada DPR RI pekan lalu.

Dikutip dari draf RUU Omnibus Law Cipta Kerja yang diterima Kompas.com, pemerintah tidak lagi mengatur jumlah minimal kepemilikan pesawat oleh maskapai.

Baca juga: [POPULER MONEY] Mengenang Ashraf Sinclair dan Kegigihannya di Dunia Bisnis

Hal ini tercantum dalam pasal 118 tentang transportasi. Berdasarkan hasil temuan Kompas.com, pemerintah memang masih mencantumkan aturan mengenai kepemilikan penguasaan pesawat oleh maskapai.

"Pemegang Perizinan Berusaha angkutan udara niaga wajib memiliki dan menguasai pesawat udara dengan jumlah tertentu," bunyi pasal 118 ayat 1 butir b.

Namun, pemerintah tidak mendetail berapa jumlah pesawat yang harus dimiliki maskapai.

Baca juga: BRI: Pengaruh Corona Pasti Ada, tapi Kami Sering Hadapi Turbulensi

Padahal, dalam aturan yang berlaku saat ini, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan Pasal 118 ayat 1 butir b disebutkan bahwa jumlah kepemilikan pesawat untuk badan angkutan udara niaga terjadwal harus memiliki minimal lima pesawat dan menguasai lima pesawat.

Pengamat penerbangan Arista Atmadjati mengatakan, aturan minimal jumlah kepemilikan pesawat yang berlaku saat ini cenderung memberatkan maskapai. Dengan adanya rencana ini diharapkan mampu memberikan keringanan kepada investor untuk menanamkan modalnya di sektor ini.

"Kalau syarat milik sendiri 5 pesawat, 5 sewa sangat berat," kata dia kepada Kompas.com, Selasa (18/2/2020).

Baca juga: Mantan Buruh Migran Minta MK Batalkan Gugatan Asosiasi Perusahaan TKI

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X