2 Politisi Parpol Pendukung Jokowi di Kursi Komisaris BRI

Kompas.com - 19/02/2020, 14:07 WIB
Gedung Bank BRI Dok. Humas BRIGedung Bank BRI

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Selasa (18/2/2020) kemarin. Dalam RUPST itu, pemegang saham menyetujui

Yang menarik, dari deretan nama jajaran komisaris BRI, terdapat dua sosok politikus dari partai pendukung pemerintah Presiden Joko Widodo ( Jokowi).

Pertama yakni Zulhanar Usman, dia merupakan politikus dari Partai Hanura. Di parpol yang didirikan Wiranto itu, Zulhanar menjabat sebagai bendara umum.

Zulhanar juga tercatat masuk dalam lingkaran pemerintah dengan masuk sebagai anggota Komite Ekonomi dan Industri (KEIN) 2016-2020.

Baca juga: Deretan Komisaris Baru BRI, Wamen Jokowi hingga Politikus PDIP

KEIN sendiri dibentuk untuk memberikan masukan pada presiden dalam pembangunan ekonomi. Sebagai bendum partai, Zulhanar juga merupakan salah satu orang terdekat dari Ketum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO).

Lalu selain Zulhanar, wajah lain yang berasal dari parpol pendukung pemerintah di kursi Komisaris BRI yakni Dwi Ria Latifa. Dia merupakan politikus PDI-P yang juga mantan Anggota DPR RI periode 2014-2019.

Selain aktif di partai berlogo banteng moncong putih, Dwi Ria juga dikenal sebagai advokat yang memiliki kantor pengacara sendiri yakni Ria Latifa dan Patner.

Selain sosok dari parpol koalisi, jajaran BRI juga ditempati oleh kalangan dari Istana yakni Kartika Wirjoatmodjo. Tiko, sapaan akrabnya, saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri (Wamen) BUMN.

Hingga saat ini, Tiko juga tercatat masih menjabat Komisaris Utama Bank Mandiri. Namun, belum diketahui secara pasti siapa pengganti Tiko untuk posisi Komisaris Utama Bank Mandiri setelah digeser ke Komisaris Utama BRI.

Baca juga: BRI: Pengaruh Corona Pasti Ada, tapi Kami Sering Hadapi Turbulensi

Dalam RUPST itu, selain merombak jajaran dewan komisaris dan direksi, BRI juga mengumumkan pembayaran dividen sebesar Rp 20,6 triliun, atau 60 persen dari laba bersih 2019 yang sebesar Rp 34,4 triliun.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X