Koperasi Ini Segera Ekspor Ratusan Ton Bumbu Rendang ke Arab Saudi

Kompas.com - 19/02/2020, 18:11 WIB
Kemenkop UKM Teten Masduki bersama Pembina Koperasi Iko Sero sekaligus Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz di Jakarta, Rabu (19/2/2020). KOMPAS.com/ELSA CATRIANAKemenkop UKM Teten Masduki bersama Pembina Koperasi Iko Sero sekaligus Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz di Jakarta, Rabu (19/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 43 UMKM yang tergabung dalam Koperasi Iko Sero Payakumbuh siap mengekspor 480 ton bumbu rendang ke Arab Saudi untuk kebutuhan makan 120.000 orang jemaah asal Indonesia di musim Haji tahun ini.

Gebrakan Koperasi Iko Sero ini difasilitasi oleh Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) dengan menggandeng perusahaan katering asal Arab Saudi yakni Al Bait Maamour For Umra Service.

Pembina Koperasi Iko Sero sekaligus Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz mengatakan, ekspor bumbu rendang tersebut merupakan sejarah bagi UMKM Indonesia yang bisa menembus pasar luar negeri.

"Apalagi untuk persediaan makanan jemaah Haji, karena tak bisa sembarangan. Kami hanya ekspor bumbu dan juru masaknya. Sementara daging memang tidak mau pakai dari sini, tapi lebih bagus dari sana," ujarnya di Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Baca juga: Indonesia Siap Gantikan Ikan Patin Vietnam di Arab Saudi

Erwin mengatakan, pihaknya akan mulai produksi dalam dua bulan ke depa. Pihaknya menargetkan bisa memfasilitasi UMKM sebanyak 10 ton per hari.

"Kita ingin menunjukkan ke Menteri Koperasi dan UKM bahwa UMKM kita mampu mandiri. Kalau ordernya sudah jelas begini, pihak swasta diharap mau membantu untuk memfasilitasi termasuk pembiayaan. Jadi selama 40 hari total kita kirim 480 ton bumbu rendang," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Erwin, dengan sentuhan teknologi modern, bumbu rendang diklaim bisa bertahan selama 1 tahun, tanpa bahan pengawet dan cita rasa yang tidak berubah.

Potensi ekspor ke negara-negara lain kata Erwin, kini terbuka lebar. Untuk itu, pihaknya akan menyasar negara-negara yang memiliki tenaga kerja Indonesia, seperti Malaysia dan Hong Kong.

"Ini role model pertama di Indonesia. Harapannya Presiden untuk menjaga koperasi dan UMKM tumbuh dengan baik. Ini sebagai pembuka," katanya.

Baca juga: Bidik Umrah, Maskapai LCC Arab Saudi Buka Rute Penerbangan Jakarta-Madinah

Agar koperasi dan UMKM berkembang pesat, Pemerintah Daerah Payakumbuh berjanji akan membuat fasilitas UKM dengan skala industri dan biaya APBD dalam memenuhi permintaan yang lebih besar.

"Selama ini UMKM membuat sendiri-sendiri dengan keterbatasannya. Kalau diminta dalam jumlah besar, UMKM tidak mampu. Jadi pemerintah membuatkan fasilitas yang berskala indutri," ucapnya.

Sementara Menkop dan UKM Teten Masduki pun menyambut baik hal tersebut. Ia menyampaikan, para UMKM harus melihat potensi ekspor di sektor kuliner yang sangat besar mulai dari Aceh-Papua.

"Kita kalahlah dengan Vietnam, mereka kan restoran banyak banget. Ini yang ingin didorong Presiden. Bumbu rendang ini sudah memiliki nama pabrikasi standar industri. Bukan cuma di Timur Tengah, mulai dari Malaysia, Hong Kong, Thailand dan Korsel, tak cuma jadi pasar TKI tapi juga makanan serta fesyennya," sebut Teten.

Baca juga: Kalahkan Apple, BUMN Arab Ini Jadi Perusahaan Pencetak Untung Terbesar di Dunia

Ia menyebut, pihaknya akan mengusahakn memberikan insentif untuk ekspor pengiriman lewat udara.

"Dengan Pak Erick (Menteri BUMN) akan dibicarakan, supaya Garuda mensubsidi ini (kargo makanan). Karena tidak selamanya kargo penuh, belajar di Thailand itu dimanfaatkan untuk mengirim bumbu-bumbu ke jaringan restoran," ujarnya.

Teten melihat, saat ini teknologi makanan sudah sangat canggih. Terutama dari segi bentuk kalengan yang mudah dibawa dan mudah untuk dimakan.

"Kita mau enggak cuma rendang, tapi juga orang bisa makan sop buntut instan seperti Sop Buntut Makmun, juga rawon dan lainnya," kata Teten.

Baca juga: Untuk Keperluan Jamaah Haji, RI Ekspor 3 Kontainer Ikan Patin ke Arab Saudi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.