BI Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2020 Akibat Corona

Kompas.com - 20/02/2020, 18:32 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo bersama para jajaran BI di Jakarta, Kamis (19/2/2020). KOMPAS.com/ELSA CATRIANAGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo bersama para jajaran BI di Jakarta, Kamis (19/2/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 jadi lebih rendah dibandingkan perkiraan semula.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyebutkan, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020  5-5,4 persen, lebih kecil dari perkiraan semula yakni 5,1-5,5 persen.

"Revisi perkiraan ini ada karena melihat adanya pengaruh jangka pendek pemulihan ekonomi dunia pasca terjadinya Corona Virus Disease 2019 (Covid-19," ujarnya di Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Baca juga: Erick Thohir Tunjuk Agus Martowardojo Jadi Komisaris Utama BNI

"Apalagi Corona kemarin sangat berpengaruh dan berdampak pada sektor parisiwata, perdagangan dan investasi," sambung dia.

Walaupun demikian, Perry mengatakan BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan meningkat pada 2021 menjadi 5,2-5,6 persen. Untuk itu BI mengatakan, akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan Otoritas terkait.

Sementara itu mengenai aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik masih terus berlanjut. BI mencatat secara netto atau jumlah bersih aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik sebesar 6,3 miliar dollar AS.

Baca juga: Erick Thohir Mau Bubarkan 5 Anak Usaha Garuda Indonesia

"Awal Februari 2020 kemarin aliran masuk modal asing terutama investasi portofolio dipasar keuangan mengalami penyesuaian setelah terjadi Covid-19 tadi, sementara neraca perdagangan defisit tercatat 0,86 milliar dollar AS," katanya.

Mengenai posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2020 tercatat sebesar 131,7 miliar dollar AS, setara pembiayaan 7,8 bulan impor atau 7,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

"Kedepannya Bank Indonesia akan terus meningkatkan koordinasi dengan pemerintah untuk memperkuat ketahanan sektor eksternal," ucapnya.

Baca juga: Ini Batas Waktu Pelaporan SPT Tahunan pada 2020, Jangan Sampai Telat

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X