Erick Thohir Mau Klasifikasi Perusahaan BUMN Berdasarkan Penugasannya

Kompas.com - 20/02/2020, 19:01 WIB
 Menteri BUMN Erick Thohir di Jakarta, Jumat (13/12/2019 KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIA Menteri BUMN Erick Thohir di Jakarta, Jumat (13/12/2019

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) Erick Thohir berencana mengklasifikasikan mana perusahaan pelat merah yang berfokus mencari keuntungan dan mana yang berfokus menjalankan program pemerintah.

“Saat ini BUMN memegang peran ganda untuk memenuhi nilai ekonomi dan pelayanan masyarakat. Tapi yang ingin kita lakukan bagaimana mengklasifikasi BUMN berdasarkan nilai ekonomi, pelayanan publik atau keduanya,” ujar Erick di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Atas dasar itu, nantinya Erick akan membentuk klaster perusahaan- perusahaan BUMN.

Baca juga: Erick Thohir Targetkan Setoran BUMN ke Negara Rp 700 Triliun Pada 2024

“Oleh karena itu saat ini kita sedang proses masing-masing wamen memegang 6 atau 8 klaster saja. Jadi tidak ada lagi klaster yang tidak jelas karena kita sudah mapping,” kata Erick.

Senada dengan Erick, Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron mengatakan, pemerintah harus membedakan mana perusahaan BUMN yang bertugas melayani publik dan menjalankan penugasan pemerintah.

Hal tersebut perlu dilakukan agar tak membebani perusahaan.

“Jika ada kemudian BUMN yang diposisikan untuk pelayanan publik, bahkan untuk penugasan pemerintah," kata Herman di lokasi yang sama.

Baca juga: Erick Thohir Mau Bubarkan 5 Anak Usaha Garuda Indonesia

Herman mencontohkan, misalnya yang terjadi di PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Rencana penurunan harga gas menjadi 6 dollar AS pada tingkat konsumen industri akan memberatkan perusahaan tersebut.

“Contoh PGN menekan (harga gas) 6 dollar AS, itu sudah rontok (sahamnya), tapi PGN ini sudah rontok duluan," kata Herman.

Herman pun meminta, pemerintah melakukan kajian terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan menugaskan perusahaan BUMN, agar tidak membebankan perusahaan.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X