Pertengahan 2020, BCA Sulap Bank Royal Jadi Bank Digital

Kompas.com - 20/02/2020, 20:19 WIB
Ilustrasi BCA. SHUTTERSTOCKIlustrasi BCA.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Central Asia Tbk telah menyelesaikan akuisisi 2 bank sepanjang 2019, diantaranya Bank Royal dan Rabobank Indonesia.

Direktur Keuangan BCA, Vera Eve Lim mengatakan, Bank Royal rencananya bakal dibuat menjadi bank digital. Dia bilang, soft opening kemungkinan bakal dilakukan pada semester II 2020.

"Recananya soft opening akan dilakukan setelah pertengahan tahun ini. Platform-nya apa? Yang paling banyak disukai orang muda milenial yaitu melalui mobile banking. Ya kita tunggu tanggal mainnya," kata Vera di Jakarta, Kamis (20/2/2020).

 Baca juga: DPR Minta Sri Mulyani Kreatif Garap Potensi Penerimaan dari Cukai

Vera menuturkan, pengumuman bakal dilakukan saat semua hal sudah selesai. Saat ini, bank bersandi saham BBCA ini tengah memproses penggantian pengurus baru Bank Royal.

"Nanti kami lihat deh saat ini sedang dikerjakan. Proses penggantian pengurus baru sedang dikerjakan, sedang berjalan, kita tunggu setelah pertengahan tahun ini," ucap Vera.

Sementara untuk Rabobank Indonesia, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, Rabobank akan dilebur dengan salah satu anak perseroan.

"Rabobank ini kita sedang proses, belum juga dapat persetujuan pemegang saham moniritas. intinya mau gabung dengan anak perusahaan," ujar dia.

 Baca juga: Laba BCA Tembus Rp 28,6 Triliun Pada 2019

Sebelumnya diberitakan, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) telah merampungkan akuisisi PT Bank Royal Indonesia. Penandatangan perjanjian akta jual beli saham dilakukan setelah BCA mendapat persetujuan efektif dari OJK.

Dengan penandatangan akta jual beli tersebut, BCA resmi memiliki 99,99 persen saham Bank Royal. Sementara sisanya sebesar 0,01 persen dikuasai oleh PT BCA Finance.

Selain Bank Royal, BBCA telah mengakuisisi PT Bank Rabobank International Indonesia (Rabobank Indonesia) dari Grup Rabobank. Transaksi tersebut mengikuti rencana Grup Rabobank untuk menghentikan operasional di Indonesia.

Akuisisi ditandai dengan penandatangan perjanjian jual beli bersyarat (conditional sale and purchase agreement atau CSPA) antara kedua pihak pada 11 Desember 2019, yang tunduk pada persetujuan OJK.

Baca juga: Erick Thohir Mau Bubarkan 5 Anak Usaha Garuda Indonesia

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X