Ini yang Dilakukan Fintech untuk Pastikan Kelayakan Pengajuan Kredit

Kompas.com - 20/02/2020, 23:01 WIB
Ilustrasi fintech. ShutterstockIlustrasi fintech.
Penulis Kiki Safitri
|

Menurutnya behavior orang yang memproteksi barang yang dimiliki dengan tambahan aksesoris berarti mencerminkan orang yang bertanggung jawab.

"Jadi (penerapan skor kredit kita) sampai dengan level itu," tambahnya.

Nicole juga mengatakan, skor kredit dalam kategori perilaku ini juga ditinjau dari periode belanjanya.

"Apakah satu bulan, seminggu berapa kali, atau pas tanggal tua. Waktunya apakah pagi, siang atau malam. Berapa kali dia klik, berapa kali dia buka app tapi enggak beli. Itu semua data poin yang kita kumpulkan untuk memprediksi behavior dari user kita," tambahnya.

Baca juga: Ini Batas Waktu Pelaporan SPT Tahunan pada 2020, Jangan Sampai Telat

Lebih rinci, dalam analisis telekomunikasi behavior user juga dilihat dari penggunaan teleponnya seperti pembelian pulsa. Selain itu dari sisi pengeluarannya seperti pembayaran listrik dan air.

Nicole membandingkan pola kredit di Indonesia dan negara maju lain. Di negara maju, dalam mengajukan kartu kredit sangat cepat hanya satu hari, sementara di Indonesia butuh 1 sampai 2 minggu.

"Itu karena mereka melakukan analisisnya dengan big data," jelasnya.

Alie juga membenarkan hal tersebut, ia mengatakan pihaknya memiliki penilaian melalui skor kredit untuk mengetahui perilaku dari calon krediturnya dari rekaman prilaku.

"Misalnya juga orang yang mengajukan pinjaman tengah malam itu orang yang enggak bertanggung jawab, atau juga orang yang pakai iPhone lebih bonafit daripada Android. User bohong juga kita tau, dia bilang gaji Rp 3 juta ternyata Rp 10 juta," tegas Alie.

Baca juga: Ini Denda Telat Lapor SPT Tahunan Pajak di 2020

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X