Dampak Virus Corona, Pemerintah Bahas Kemungkinan Penurunan Harga Avtur

Kompas.com - 21/02/2020, 19:38 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat ditemui di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Senin (27/1/2020) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat ditemui di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Senin (27/1/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah tengah menyelesaikan peraturan mengenai insentif-insentif kepada maskapai yang terdampak isu merebaknya virus corona sejak awal tahun ini.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, salah satu bentuk insentif yang akan dibahas oleh pemerintah adalah penurunan harga avtur pesawat untuk maskapai.

Pembahasan ini akan dilakukan bersama Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri ESDM Arifin Tasrif. Diturunkannya harga avtur diproyeksi mampu menekan harga tiket pesawat.

"Apabila ada diskon yang dilakukan penerbangan dengan menurunkan avtur maka itu akan lebih maksimal, satu dua hari ini akan rapat dengan Pak Erick dan Pak Arifin  untuk rekomendasi harga avtur," ujarnya, Gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (21/2/2020).

Baca juga: INACA Minta Pemerintah Tarapkan Avtur Satu Harga

Mantan Direktur PT Angkasa Pura II itu belum bisa mendetail berapa rekomendasi besaran penurunan avtur yang saat ini hanya disediakan oleh PT Pertamina (Persero).

Namun, bedasarkan perhitungan yang dilakukan pihaknya bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, diturunkannya harga avtur akan mampu menurunkan harga tiket pesawat hingga 20 persen.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya membayangkan paling tidak ada suatu relaksasi bisa turun 15 sampai 20 persen," kata dia.

Dengan adanya pemberian insentif dan penurunan harga tiket diharapkan mampu memperbaiki kondisi transportasi udara yang terdampak akibat virus corona.

"Kalau harga avtur lebih kompetitif, lebih baik, maka perusahaan maskapai penerbangan bisa turunkan harga. Harga penurunan sama insentif itu akan signifikan," ucapnya.

Sebagai informasi, berbagai insentif tengah disiapkan oleh pemerintah untuk maskapai yang terdampak isu virus corona.

Salah satu insentif yang akan diberikan ialah dipangkasnya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang dibayarkan oleh maskapai. Salah satu contohnya ialah biaya landas dan parkir di bandara yang dikelola oleh Kementerian Perhubungan.

Baca juga: Dampak Corona, Luhut Perkirakan Investasi 500 Juta Dollar AS Bakal Melayang



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turun Rp 12.000, Simak Rincian Harga Emas Batangan Antam Hari Ini

Turun Rp 12.000, Simak Rincian Harga Emas Batangan Antam Hari Ini

Whats New
Bisnis Konvensional Perlu Beradaptasi dengan Digital, Ini Alasannya

Bisnis Konvensional Perlu Beradaptasi dengan Digital, Ini Alasannya

Rilis
Menangkal Ancaman Masa Depan Bisnis Penerbangan Indonesia

Menangkal Ancaman Masa Depan Bisnis Penerbangan Indonesia

Whats New
Gara-gara Sinyal The Fed, Dana Rp 144 Triliun Kabur dari Negara Berkembang Asia

Gara-gara Sinyal The Fed, Dana Rp 144 Triliun Kabur dari Negara Berkembang Asia

Whats New
Sejarah Coca-Cola, Bermula dari Minuman Obat Racikan Apoteker

Sejarah Coca-Cola, Bermula dari Minuman Obat Racikan Apoteker

Whats New
Manajemen BATA Tepis Isu PHK Besar-Besaran hingga Kembali Tutupnya Gerai

Manajemen BATA Tepis Isu PHK Besar-Besaran hingga Kembali Tutupnya Gerai

Whats New
Wall Street Melemah Terseret Proyeksi The Fed atas Kenaikan Suku Bunga 2023

Wall Street Melemah Terseret Proyeksi The Fed atas Kenaikan Suku Bunga 2023

Whats New
Ini Strategi BNI Genjot Penyaluran Kredit di Masa Pandemi

Ini Strategi BNI Genjot Penyaluran Kredit di Masa Pandemi

Whats New
[POPULER MONEY] Rekrutmen ASN Sebelum 30 Juni | Kapitalisasi Pasar Coca-Cola Menguap Rp 56,8 Triliun

[POPULER MONEY] Rekrutmen ASN Sebelum 30 Juni | Kapitalisasi Pasar Coca-Cola Menguap Rp 56,8 Triliun

Whats New
Bakal IPO Pertengahan Agustus, Bukalapak Targetkan Dana Rp 11,2 Triliun

Bakal IPO Pertengahan Agustus, Bukalapak Targetkan Dana Rp 11,2 Triliun

Whats New
Status PKPU Telah Dicabut, Dirut BATA: Sifatnya Utang Bisnis, Itu Normal

Status PKPU Telah Dicabut, Dirut BATA: Sifatnya Utang Bisnis, Itu Normal

Whats New
[TREN BOLA KOMPASIANA] 'Playmaker In Chief' Milik Denmark | Cara Prancis Taklukkan Jerman | Messi di Copa America 2021

[TREN BOLA KOMPASIANA] "Playmaker In Chief" Milik Denmark | Cara Prancis Taklukkan Jerman | Messi di Copa America 2021

Rilis
Optimistis di Tengah Pandemi, Sepatu Bata Fokus pada 2 Hal Ini

Optimistis di Tengah Pandemi, Sepatu Bata Fokus pada 2 Hal Ini

Whats New
Kuartal I-2021, Generali Indonesia Catatkan Premi Rp 878 Miliar

Kuartal I-2021, Generali Indonesia Catatkan Premi Rp 878 Miliar

Whats New
Dari Mobil Depot hingga Punya 30 Cabang, Pemilik Cincau Station Beberkan Rahasia Kesuksesannya

Dari Mobil Depot hingga Punya 30 Cabang, Pemilik Cincau Station Beberkan Rahasia Kesuksesannya

Work Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X