Pemerintah Tawarkan Sejumlah Pelabuhan ke Investor Uni Emirat Arab

Kompas.com - 21/02/2020, 21:13 WIB
Ilustrasi kontainer di pelabuhan. SHUTTERSTOCKIlustrasi kontainer di pelabuhan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menawarkan hak pengelolaan beberapa pelabuhan di Indonesia ke perusahaan pelabuhan asal Uni Emirat Arab, Dubai Port.

Hal ini disampaikan Budi usai Dubai Port berkunjung langsung ke kantornya.

"Saya tadi ketemu dengan Dubai Port, saya tawarkan beberapa tempat," kata dia, di Gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (21/2/2020).

Mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II itu menawarkan tiga pelabuhan yang dapat dikelola oleh Dubai Port melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Proyek Pelabuhan Ambon menjadi pelabuhan pertama yang ditawarkan Budi kepada Dubai Port.

"Satu saya tawarkan di Ambon.  Kami lagi studi dengan Bank Dunia, pelabuhan untuk khusus konsolidasi ikan di sana," katanya.

Kemudian, Budi juga memberikan informasi mengenai pengembangan pelabuhan di Tanjung Carap, Sumatera Selatan.

Terakhir, ia menawarkan Pelabuhan Kendal yang saat ini tengah dijajaki Singapura.

"Bisa saja mereka joint company," katanya.

Dari ketiga proyek yang ditawarkan tersebut, Dubai Port disebut paling tertarik terhadap Pelabuhan Ambon.

"Dubai paling tertarik dengan yang Ambon," ucap dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X