Ini Pertimbangan AS Cabut RI dari Status Negara Berkembang

Kompas.com - 22/02/2020, 09:38 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

BEIJING, KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) mencabut sejumlah negara dari daftar negara berkembang

Selain itu, Indonesia, Brazil, India, dan Afrika Selatan juga dicabut dari preferensi khusus dalam daftar anggota Organisasi Perdagangan Dunia ( WTO). Pernyataan ini dikeluarkan oleh Kantor Perwakilan Perdagangan AS (USTR).

Pengamat perdagangan, Xue Rongjiu, mengatakan, pengumuman pencabutan beberapa negara itu dinilai telah merusak otoritas sistem perdagangan multilateral yang selama ini terjalin dengan baik.

Baca juga: AS Cabut RI dari Daftar Negara Berkembang, Ini Kata Pemerintah

"Tindakan unilateralis dan proteksionis seperti itu telah merugikan kepentingan China dan anggota WTO lainnya," kata Xue, dikutip dari The Star Online, Sabtu (22/2/2020).

Dalam pemberitahuan yang dikeluarkan USTR pada 10 Februari lalu, pihaknya merevisi metodologi negara berkembang untuk investigasi atas bea balik terhadap impor.

Pasalnya, metodologi yang sebelumnya kini dianggap sudah "usang" karena disusun pada tahun 1988. 

Untuk memperbarui daftar tersebut, USTR telah mempertimbangkan beberapa faktor ekonomi dan perdagangan. Ini mencakup pula tingkat perkembangan ekonomi suatu negara dan perannya dalam perdagangan dunia.

Sebagai contoh, negara-negara dengan pangsa 0,5 persen atau lebih dari perdagangan dunia dicetuskan sebagai negara maju. Menurut aturan 1998, ambangnya 2 persen atau lebih.

Baca juga: The Fed Turunkan Suku Bunga, Tekanan di Negara Berkembang Berkurang

Sementara itu, pengamat perdagangan, Tu Xinquan, mengatakan, aturan dan mekanisme WTO harus lebih ditingkatkan.

Sebab, banyak negara berkembang memahami dan memanfaatkan aturan secara berbeda. Ini tidak dapat diatasi dalam mekanisme negosiasi saat ini.

Lebih lanjut, Tu menjelaskan, reformasi WTO juga dapat mendorong negara lain untuk mengatasi masalah subsidi pertanian, hambatan perdagangan pertanian, pembatasan ekspor teknologi, dan hambatan perdagangan teknologi untuk memenuhi tanggung jawab mereka.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X