Ridwan Kamil Pamer KA Masuk Stasiun Garut, Jonan Beri Tiga Jempol

Kompas.com - 22/02/2020, 19:01 WIB
Ribuan warga menyambut kedatangan kereta inspeksi 4 di Stasiun Garut saat ujicoba aktivasi rel kereta api Garut-Cibatu yang dilakukan oleh Direktur PT KAI Edi Sukmoro bersama Bupati Garut Rudy Gunawan, Wakil Bupati Garut Helmi Budiman serta Ketua DPRD Garut Euis Ida Wartiah bersama para pejabat di Pemkab Garut, Rabu (19/02/2020) KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANGRibuan warga menyambut kedatangan kereta inspeksi 4 di Stasiun Garut saat ujicoba aktivasi rel kereta api Garut-Cibatu yang dilakukan oleh Direktur PT KAI Edi Sukmoro bersama Bupati Garut Rudy Gunawan, Wakil Bupati Garut Helmi Budiman serta Ketua DPRD Garut Euis Ida Wartiah bersama para pejabat di Pemkab Garut, Rabu (19/02/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Kementerian Perhubungan telah menyelesaikan pengaktivan kembali atau reaktivasi lintasan rel kereta api Cibatu- Garut.

Jalur yang dulunya dibangun Belanda untuk mengangkut komoditas perkebunan ini sebelumnya berstatus nonaktif selama kurang lebih 36 tahun.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, memamerkan masuknya kereta inspeksi yang disambut meriah di Stasiun Garut. Tampak ribuan warga Kota Dodol itu menyemut sepanjang lintasan kereta api.

"Alhamdulillah, kereta api sekarang sudah tembus lagi sampai pusat kota Garut. Ekonomi Jakarta-Bandung-Garut akan meningkat. Kereta inspeksi kemarin disambut meriah dan antusias oleh warga," kata Ridwan Kamil seperti dilihat dari akun Instagramnya, Sabtu (22/2/2020).

Baca juga: Stasiun Garut, Kenangan Charlie Chaplin dan Pelesiran Orang Belanda

Menurut mantan Wali Kota Bandung itu, aktifnya rel kereta api hingga Stasiun Garut akan membuat denyut ekonomi daerah di sekitarnya bisa jauh lebih berkembang.

Apalagi, kata dia, Garut selama ini dikenal sebagai tempat pelesiran sejak zaman Belanda. Bahkan legenda komedian, Charlie Chaplin pernah mengunjungi Garut dengan kereta api pada zamannya.

"Mari berpiknik ke sana sambil membeli oleh-oleh dodol Garut, domba Garut, jeruk Garut. Oleh-oleh apa lagi jika kita ingat Garut?" ucap Ridwan Kamil.

Sementara itu, mantan Dirut KAI, Ignasius Jonan juga mengomentari postingan Ridwan Kami. Jonan memberikan tiga jempol di kolom komentarnya. 

Charlie Chaplin ke Garut

Jalur kereta api Cibatu-Garut merupakan lintasan yang legendaris. Jalur ini dibangun setelah Bogor, Bandung-Cicalengka tahun 1884.

Pembangunan kemudian dilanjutkan ke arah selatan. Dari Cibatu, jalur dibagi menjadi dua cabang yakni ke Warung Bandrek dan Garut.

Baca juga: Setelah 36 Tahun, Akhirnya Lokomotif Pertama Tiba di Stasiun Garut...

Oleh Belanda, pembangunan dari Cicalengka menuju Garut membutuhkan waktu sekitar 5 tahun. Sebab di daerah Cicalengka, Nagreg, dan Leles, jalur harus menembus bukit yang kontur tanahnya lumayan tinggi.

Dari sejumlah sumber literasi sejarah, Charlie Chaplin sampai dua kali datang ke Garut. Dia datang ke Garut dan berfoto dengan masyarakat di Stasiun Garut tahun 1932.

Charlie Chaplin menggunakan kereta dari Stasiun Garut ke Cibatu. Dari Cibatu ia melanjutkan perjalanan dengan kereta ke Yogyakarta. Kemudian ke Surabaya menggunakan mobil.

Selain Cibatu-Garut, ketiga jalur yang sudah ada sejak zaman Belanda yang direaktivasi tersebut yakni Banjar-Pangandaran, Rancaekek-Tanjungsari, dan Bandung-Ciwidey.

Baca juga: Ridwan Kamil Respon Tuntutan, Buruh Akan Batalkan Rencana Demo Besar

Dikutip dari Heritage PT Kereta Api Indonesia (Persero), Stasiun Cibatu yang jadi persilangan rel menuju Stasiun Garut, didirikan pada tahun 1889 saat banyak perkebunan parktikelir Belanda bermunculan di Priangan.

Stasiun ini dibangun setelah diresmikannya jalur kereta api yang menghubungkan Stasiun Cicalengka dengan Cilacap oleh Staatsspoorwegen, perusahaan kereta api milik Pemerintah Belanda.

Pada tahun 1926 dibuka jalur baru yang menghubungkan Cibatu dengan Cikajang. Jalur kereta api Cibatu-Cikajang tercatat sebagai relasi jalur yang melewati rute jalur tertinggi di pulau Jawa (+ 1200 m).

Namun sejak tahun 1983 jalur kereta api Cibatu-Cikajang sudah tidak beroperasi lagi. Pada era kolonial Belanda, Stasiun Cibatu merupakan stasiun primadona karena menjadi tempat pemberhentian wisatawan Eropa yang ingin berlibur ke daerah Garut.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X