Bawa Sontekan Saat Ujian, Peserta CPNS Bakal Didiskualifikasi

Kompas.com - 24/02/2020, 10:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian (BKN), Paryono mengatakan, untuk peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang diketahui membawa kertas sontekan akan dikenakan langsung diskualifikasi.

"Untuk peserta yang ketahuan nyontek, pasti kami diskualifikasi," ujarnya kepada Kompas.com, Jakarta, Senin (24/2/2020).

Menurut Paryono, diskualifikasi akan berlaku apabila peserta CPNS tertangkap tangan membawa lembar bocoran jawaban (sontekan) selama mengikuti pelaksanaan tes.

Baca juga: Tentang SKB, Tes Paling Menentukan Jadi CPNS

"Tapi kalau ketahuan bawa catatan pada saat sebelum masuk, maka catatannya kita ambil dan peserta dibolehkan ikut ujian," katanya.

Kendati kejadian peserta membawa kertas sontekan terkena diskualifikasi selama pelaksanaan tes, pihak BKN masih mempertimbangkan apakah peserta CPNS bisa mendaftar kembali di tahun berikutnya.

"Ini harus dibahas dalam rapat panselnas (panitia seleksi nasional) untuk sanksi ke depan," ujarnya.

Dikutip dari akun Twitter resmi @bkdjatim (#ASNProfesional) ditemukan peserta CPNS formasi 2019 area Jawa Timur, kedapatan membawa kertas catatan yang diduga merupakan sontekan.

Baca juga: Kelulusan SKD CPNS Bakal Diumumkan pada Pertengahan Maret

Kejadian ini pun direspon oleh admin @BKNgoid (#ASNKiniBeda) yang tertegun dengan ulah peserta CPNS di Jatim yang nekat membawa kertas dugaan sontekan tersebut.

Pihak BKN pun mengingatkan persyaratan yang harus dibawa saat ujian tes menggunakan Computer Assisted Test (CAT).

"Aduh, lah kok isih ono maneh cak. Sama nich mimin juga speechless. Kalau mau masuknya saja sudah punya niatan buat curang begini bagaimana nantinya? Ingat ya #SobatBKN yang perlu kalian bawa ke ruangan Tes SKD #CPNS2019 hanya KTP asli dan Kartu Peserta," sebut admin BKN.

Baca juga: Peserta CPNS Bawa Jimat, BKN: Kan Jinnya Enggak Ngerti Komputer...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.