Bappenas: Potensi Banjir di Ibu Kota Baru Ada, Tapi Beda Lokasi

Kompas.com - 24/02/2020, 19:00 WIB
Mobil yang membawa Presiden Joko Widodo melewati jalan berlumpur saat meninjau lokasi rencana ibu kota baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019). Jokowi mengaku puas setelah meninjau lokasi tersebut yang nantinya akan dibangun kluster pemerintahan, termasuk Istana Kepresidenan. ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYMobil yang membawa Presiden Joko Widodo melewati jalan berlumpur saat meninjau lokasi rencana ibu kota baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019). Jokowi mengaku puas setelah meninjau lokasi tersebut yang nantinya akan dibangun kluster pemerintahan, termasuk Istana Kepresidenan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Deputi Bidang Pengembangan Regional Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ( Bappenas), Rudy Soeprihadi Prawiradinata menegaskan, wilayah Ibu Kota Negara (IKN) baru yang berlokasi di Kalimantan Timur dipastikan bebas banjir.

Dia tidak membantah adanya potensi banjir di sana. Namun, letaknya tidak berdekatan dengan Ibu Kota Negara.

"Yang banjir itu nggak ada. Memang ada, tapi beda lokasi. Di Penajam Paser Utara, tapi bukan di IKN," katanya ditemui di Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Senin (24/2/2020).

Baca juga: Investor Swasta Belum Lirik Proyek Ibu Kota Baru

Pihaknya telah menganalisis lingkungan IKN seluas 225.000 hektar tersebut dan diproyeksikan bebas banjir hingga 100 tahun mendatang.

"Kami sudah tahu mana yang banjir, 100 tahun pun kita sudah hitung. Kita sudah identifikasi calon-calon lokasi potensial itu semua aman. Kita pakai multi kriteria analisis," katanya.

Rencananya, ada 40.000 hektar lahan dijadikan kawasan induk ibu kota baru. Selanjutnya, untuk pengembangan kota akan memakan luasan wilayah menjadi 180.000 hektar dari tanah yang dimiliki pemerintah di lokasi itu.

Sebelumnya, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia ( Walhi) mempertanyakan jaminan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memastikan ibu kota baru, Kutai Kartanegara-Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, bebas banjir dan kemacetan.

Kepala Desk Politik Walhi Khalisa Khalid sebelumnya menyebut wajar apabila publik pesimistis karena pemindahan ibu kota tak dibarengi dengan jaminan strategis.

Dia mengatakan, pemindahan ibu kota baru dikhawatirkan akan diikuti dengan bencana ekologis seperti yang terjadi di Jakarta dan Pulau Jawa.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X