KKP Hanya Tangkap 3 Kapal China dalam 5 Tahun, Ini Alasannya

Kompas.com - 24/02/2020, 22:18 WIB
Seorang petugas Kapal Pengawas Kementerian Kelautan dan Perikanan bersiaga di sekitar kapal pencuri ikan berbendera Vietnam hasil tangkapan di Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak di Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (9/1/2020). Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyatakan tiga kapal pengawas Kementerian Kelautan dan Perikanan yaitu KP Orca 3, KP Hiu Macan 01 dan KP Hiu 011 berhasil menangkap tiga kapal pencuri ikan berbendera Vietnam beserta 36 ABK di Laut Natuna Utara pada Senin (30/12/2019). ANTARA FOTO/JESSICA HELENA WUYSASeorang petugas Kapal Pengawas Kementerian Kelautan dan Perikanan bersiaga di sekitar kapal pencuri ikan berbendera Vietnam hasil tangkapan di Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak di Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (9/1/2020). Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyatakan tiga kapal pengawas Kementerian Kelautan dan Perikanan yaitu KP Orca 3, KP Hiu Macan 01 dan KP Hiu 011 berhasil menangkap tiga kapal pencuri ikan berbendera Vietnam beserta 36 ABK di Laut Natuna Utara pada Senin (30/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP) dicecar oleh salah seorang anggota DPR Fraksi Golkar, Ichsan Firdaus terkait kapal penangkapan ikan ilegal.

Dia bertanya-tanya banyak kapal ikan yang justru ditangkap dari Vietnam, bukan China. Sepanjang periode 2014-2019, Indonesia berhasil menangkap 321 kapal Vietnam, sedangkan China hanya 3 buah.

Padahal beberapa waktu lalu publik digegerkan dengan satu aksi nelayan China beserta cost guard-nya malang-melintang di Laut Natuna Utara.

"Kenapa lebih banyak kapal dari Vietnam dibanding China yang ditenggelamkan?," tanya Ichsan saat RDP KKP-DPR RI di Jakarta, Senin (24/2/2020).

Baca juga: Satgas 115 Disebut Boros Anggaran, Ini Respons KKP

Menanggapi hal itu, Inspektur Jenderal KKP Muhammad Yusuf akhirnya menjelaskan beberapa kendala dalam menangkap mafia pencuri ikan. Salah satu kendala yang kerap menghambat adalah tuanya kapal pengawas perikanan.

Hal tersebut, kata dia, menganggu keefektifan penangkapan kapal ikan ilegal.

"Kebetulan kapal (pengawas) kita sudah tua-tua, kapal pengawas kita," kata Muhammad Yusuf di kesempatan yang sama.

Lebih lanjut Yusuf menjelaskan, kebijakan KKP ke depan tak lagi soal penenggelaman kapal. Alih-alih menenggelamkan, Menteri KKP Edhy Prabowo meminta kapal tersebut untuk dihibahkan agar menghasilkan nilai tambah.

"Memang kita tidak lagi kita memusnahkan dengan cara ditenggelamkan. Tapi untuk memanfaatkan apakah untuk hibah atau untuk masuk kas negara. Jadi buat saya kedepan Insya Allah akan seperti itu," ungkap Yusuf.

Adapun saat ini, Yusuf mengaku ada beberapa kapal berkapasitas besar, salah satunya Silver Sea 3.000 gross ton (GT) bakal dialihfungsikan untuk kapal angkut setelah mendapat persetujuan dari Kejaksaan Agung.

Sementara itu berdasarkan data KKP dari 2014-2019, KKP telah berhasil menangkap 559 kapal pencuri ikan dengan rincian 321 kapal berbendera Vietnam, 91 kapal berbendera Filipina, 87 kapal Malaysia, 24 kapal Thailand, 3 kapal China, 2 kapal Papua Nugini, 1 kapal Nigeria, dan 1 kapal Belize.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X