Kompas.com - 26/02/2020, 14:28 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Rabu (26/2/2020). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Namun demikian, Sri Mulyani mengatakan, biaya yang harus dikeluarkan pemerintah ketika mengambil kebijakan countercyclical lebih kecil.

Defisit yang melebar pun bisa dibiayai dengan utang melalui penerbitan obligasi.

Baca juga: Sri Mulyani Bebaskan Pajak Restoran dan Hotel Selama 6 Bulan

Tahun ini, pemerintah menargetkan pembiayaan utang sebesar Rp 351,85 triliun dalam APBN 2020.

"Defisit itu dibiayai dari pembiayaan. Hari ini kita bisa issue bonds 30 tahun dengan suku bunga di bawah 3 persen. The good thing is the lowest interest rate. Tugas kami melakukan counter siklus ekonomi, itu yang kita lakukan," ujar Sri Mulyani.

"Dan tetap melakukan pengelolaan secara hati-hati dan prudent. Namun, tidak berarti kami tidak merespons kondisi ekonomi yang terus berubah," imbuhnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.