Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemerintah Guyur Insentif Tangkal Corona, Defisit APBN Bakal Melebar

Kompas.com - 26/02/2020, 14:39 WIB
Mutia Fauzia,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui dengan stimulus paket insentif yang diguyur pemerintah pusat untuk mengantisipasi dampak virus corona, defisit APBN 2020 bakal lebih lebar dari target.

Adapun target defisit yang ditetapkan pemerintah tahun ini sebesar 1,76 persen.

"Jadi kalau ekonomi turun, penerimaan pajak lemah, kita memang harus siapkan diri untuk tingkatkan defisit. Kalau pemerintah ikut mengencangkan ikat pinggang, yang terjadi procyclical. Ekonomi lemah, pemerintah tetap mau potong semua belanja maka ekonomi nyungsep," kata Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (26/2/2020).

Baca juga: Bisnis Agen Travel ke China Babak Belur karena Wabah Corona

Untuk tetap menjaga kinerja perekonomian yang melemah akibat ancaman virus corona ke perekonomian mulai terasa, pemerintah mengguyur anggaran sebesar Rp 10,3 triliun untuk stimulus.

Paket insentif tersebut ditujukan kepada industri pariwisata, baik dalam bentuk diskon tiket pesawat, insentif untuk maskapai dan travel agent yang menarik wisatawan asing hingga pemebebasan pajak hotel dan restoran.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan defisit yang melebar pun bisa dibiayai dengan utang melalui penerbitan obligasi.

Tahun ini, pemerintah menargetkan pembiayaan utang sebesar Rp 351,85 triliun dalam APBN 2020.

"Defisit itu dibiayai dari pembiayaan. Hari ini kita bisa issue bond 30 tahun dengan suku bunga di bawah 3 persen. The good thing is the lowest interest rate. Tugas kami melakukan counter siklus ekonomi, itu yang kita lakukan," ujar Sri Mulyani.

"Dan tetap melakukan pengelolaan secara hati-hati dan prudent, namun tidak berarti kami tidak merespon kondisi ekonomi yang terus berubah," jelas dia.

Namun demikian, Sri Mulyani belum mengetahui sejauh mana defisit anggaran akan melebar. Menurut dia, pemerintah pun masih memiliki ruang untuk pelebaran defisit.

"Nanti dilihat, hitungannya kombinasi berbagai hal, tapi kita sudah antisipasi karena UU APBN 2020 defisit desain 1,76 persen cukup konservatif, tapi nanti kita akan liat roomnya masih sangat ada," ungkap dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com