Rupiah Terkapar, Ekonom: Kini Investor Yakin Corona Tak Mudah Diatasi

Kompas.com - 28/02/2020, 18:31 WIB
Direktur Riset Centre of Economic Reform (CORE) Piter Abdullah menyampaikan pendapatnya terkait adanya wacana Tax Amnesty jilid II dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (14/8/2019). KOMPAS.COM/MURTI ALI LINGGADirektur Riset Centre of Economic Reform (CORE) Piter Abdullah menyampaikan pendapatnya terkait adanya wacana Tax Amnesty jilid II dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (14/8/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot mengalami pelemahan menutup akhir pekan ini. Rupiah terjun ke level Rp 14.300 per dollar AS.

Mengutip Bloomberg, rupiah ditutup pada level Rp 14.317 per dollar AS. Angka tersebut melemah sebesar 2,09 persen dibanding penutupan pasar sehari sebelumnya pada level Rp 14.025.

Adapun pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat (28/2/2020), rupiah berada pada level Rp 14.060.

Baca juga: Akhiri Pekan Rupiah Merosot ke Posisi Rp 14.318 Per Dollar AS, IHSG Turun 1,5 Persen

Ekonom sekaligus Direktur Riset Core Indonesia Piter Abdullah Redjalam mengatakan, melemahnya kurs rupiah akhir pekan ini tak terlepas dari fenomena wabah virus corona.

Piter menyebut, belum tertanganinya wabah corona di China dengan penyebaran yang semakin meningkat di beberapa negara seperti Korea Selatan dan Italia memunculkan kekhawatiran tinggi di pasar keuangan global.

"Investor global yang sudah menunggu sekian lama sekarang meyakini bahwa wabah ini tidak akan mudah diatasi," kata Piter kepada Kompas.com, Jumat (28/2/2020).

Piter berujar, butuh waktu yang lebih lama untuk menangani virus ini. Dampaknya terhadap perekonomian pun akan lebih besar dari yang selama ini diperkirakan.

Baca juga: Corona Bikin IHSG dan Rupiah Terkapar, Ini Kata Pemerintah

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X