Langkah Militer Erdogan di Suriah Bawa Mata Uang Lira Anjlok

Kompas.com - 29/02/2020, 10:11 WIB
Tentara Turki di kota Suriah Ras al-Ain memperhatikan ketika tank menembak di posisi yang dihuni milisi dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dengan Kurdi sebagai tulang punggungnya pada 28 Oktober 2019. Militer Turki dan Suriah dilaporkan terlibat baku tembak di perbatasan, dengan enam tentara Suriah tewas. AFP/NAZEER AL-KHATIBTentara Turki di kota Suriah Ras al-Ain memperhatikan ketika tank menembak di posisi yang dihuni milisi dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dengan Kurdi sebagai tulang punggungnya pada 28 Oktober 2019. Militer Turki dan Suriah dilaporkan terlibat baku tembak di perbatasan, dengan enam tentara Suriah tewas.

ISTANBUL, KOMPAS.com - Mata uang Turki, lira, melemah hingga 0,2 persen terhadap dollar AS pasca serangan udara yang dilancarkan Angkatan Udara Suriah di wilayah Idlib.

Kota di Barat Laut Suriah itu merupakan basis bagi tentara Turki yang ikut mengintervensi konflik di teritorial Suriah pasca kemunduran ISIS. Serangan udara Suriah yang dibeking jet tempur Rusia itu menewaskan 33 tentara Turki.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (29/2/2020), pada Kamis sebelum penutupan, mata uang lira turki bertahan di level 6,2195 sebelum kemudian nilainya anjlok hingga 6,2080 terhadap dollar AS.

Situasi tegang di Suriah membuat lira terus tertekan, dimana mata uang itu sudah turun hingga lebih dari 4 persen di awal tahun 2020.

Baca juga: Maskapai Turki Tambah Pesanan Pesawat 737 MAX, Boeing Lega

Pelaku pasar memang sangat mencemaskan hubungan panas Suriah-Turki. Situasi semakin meruncing saat Presiden Erdogan berencana menambah lagi jumlah tentara mereka di Idlib untuk membantu milisi pro Turki.

Erdogan berdalih, kehadiran pasukan Turki di Idlib dilakukan untuk membatasi pergerakan milisi pemberontak Kurdi dari YPG yang beroperasi di Suriah.

Keterlibatan Rusia yang jadi sekutu utama Suriah membuat suasana semakin panas, dimana Turki sendiri merupakan negara anggota NATO. Dalam beberapa insiden, Turki maupun Suriah yang dibantu militer Rusia beberapa kali terlibat saling balas serangan.

Sementara itu dikutip dari Bloomberg, Indeks Borsa Istanbul juga merosot 10 persen pada pembukaan perdagangan Jumat (28/2/2020). Ini merupakan penurunan terbesar dalam setengah hari perdagangan sejak 7 tahun belakangan.

Baca juga: Mi Instan Indonesia Kuasai 90 Persen Pangsa Pasar Turki

Bank-bank milik pemerintah Turki menjadi penopang lira agar mata uang itu tak semakin jatuh dengan menggelontorkan sekitar 2 miliar dollar AS pada Jumat. Langkah bank-bank BUMN Turki ini cukup membantu dalam memangkas kerugian akibat penurunan lira sebesar 0,8 persen sehari sebelumnya.

Selain itu, obligasi pemerintah Turki juga terpuruk. Imbal hasil dengan tenor dua tahun melonjak hingga 12,41 persen, ini merupakan kenaikan yield tertinggi sejak November.

"Pasar jelas sudah sangat gelisah. Sangat penting untuk bisa meredakan ketegangan dan menghindari konfrontasi militer langsung Turki dengan Rusia maupun Suriah," kata Piotr Matys, seorang pakar keuangan Rabobank London.

Kebijakan Erdogan yang memutuskan terlibat langsung dalam konflik di Suriah membuat ekonomi Turki semakin terbebani.

Langkah mengirimkan militer sehingga berhadapan langsung dengan Rusia dan rezim Bashar al-Assad memicu semakin banyak investor asing kabur dari Turki.

Sebagai informasi, setelah terbunuhnya 33 tentara dalam serangan udara, Turki melakukan serangan balasan yang mengakibatkan 16 pasukan Suriah tewas.

Drone tempur dan artileri Turki membombardir sebuah basis militer Suriah di Selatan dan Timur Kora Idlib. Wilayah itu sebelumnya diduduki pemberontak yang hengkang setelah direbut tentara Suriah dalam pertempuran selama hampir tiga bulan.

Baca juga: 33 Tentaranya Tewas, Serangan Balasan Turki Bunuh 16 Serdadu Suriah

 

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X