Rudiyanto
Direktur Panin Asset Management

Direktur Panin Asset Management salah satu perusahaan Manajer Investasi pengelola reksa dana terkemuka di Indonesia. Wakil Ketua I Perkumpulan Wakil Manajer Investasi Indonesia periode 2019 - 2022. Penulis buku best seller reksa dana yang diterbitkan Gramedia Elexmedia. Buku Terbaru berjudul "Reksa Dana, Pahami, Nikmati!"

Bursa Turun, Investor Masih (Bisa) Tidur Nyenyak?

Kompas.com - 01/03/2020, 15:00 WIB
Ilustrasi THINKSTOCKSIlustrasi

Karena Rekening Diblokir?

Ada yang mengaitkan jatuhnya IHSG dengan kasus gagal bayar investasi yang belakangan terjadi dan rekening efek yang diblokir. Akibatnya perusahaan dan produknya mendapat sanksi dari otoritas dan tidak mampu mengembalikan dananya.

Menurut saya, tidak demikian dan ada yang perlu diluruskan.

Pertama soal gagal bayar investasi. Yang terjadi adalah perusahaan manajer investasi dan asuransi menerima dana dari masyarakat dengan menjanjikan tingkat keuntungan yang pasti, menempatkan uangnya pada saham-saham gorengan, dan kemudian saham gorengan tersebut turun drastis sehingga tidak bisa mengembalikan kepada masyarakat.

Baca : Ini Cara Menghindari Reksa Dana “Saham Gorengan”

Terkait reksa dana, pada dasarnya menjanjikan imbal hasil yang pasti untuk jenis reksa dana saham dan campuran adalah melanggar aturan. Sebab yang namanya jenis saham, hasilnya bisa naik turun sehingga tidak mungkin bisa dipastikan hasilnya.

Sementara, produk tersebut waktu ditawarkan dijelaskan seolah-olah seperti deposito yang hasilnya pasti. Hal tersebut menjadi salah satu alasan reksa dana mendapatkan sanksi pembubaran.

Dengan pembubaran, justru kepentingan seluruh investor lebih bisa terlindungi karena seluruh aset-aset dalam reksa dana harus dijual (dilikuidasi) dan dikembalikan ke masing-masing investor secara proporsional.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Bagaimana Ceritanya Ekonomi Indonesia Terdampak Corona?

Sedangkan yang menyebabkan nilai likuidasi berkurang jauh dari modal investasi awal adalah perusahaan pengelola menempatkan dana investor pada saham-saham gorengan yang nilainya telah jatuh drastis dan bahkan beberapa di antaranya sudah tidak ada yang mau beli lagi sehingga proses pembubarannya ada yang diperpanjang.

Kedua, perihal blokir rekening efek. Terkait dengan Jiwasraya, pihak Kejaksaan Agung melakukan pemblokiran terhadap rekening efek milik perorangan dan perusahaan yang dicurigai terlibat sejak akhir tahun lalu. Bagi yang keberatan, disediakan juga jalur untuk melakukan klarifikasi.

Yang dimaksud dengan pemblokiran, adalah rekening tersebut tidak bisa dilakukan pembelian, penjualan dan atau pengalihan. Dana dan efek yang di dalamnya tetap utuh. Dengan demikian, naik dan turunnya harga saham tentu tidak disebabkan transaksi dari rekening diblokir tersebut.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.