Produksi Rotan Melimpah, Tapi Industri Alami Kelangkaan Pasokan

Kompas.com - 02/03/2020, 16:02 WIB
Kursi dan furnitur rotan dalam workshop Rattan Model Making di LaSalle College, Jumat (17/1/2020) Dok. KOMPAS.com/AYUNDA PININTA KASIHKursi dan furnitur rotan dalam workshop Rattan Model Making di LaSalle College, Jumat (17/1/2020)

 


JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengaku ada kendala dalam ekspor furnitur berbahan baku rotan.

Dalam rapat kerja, Senin (2/3/2020) pagi, terungkap ada masalah dalam tata niaga rotan.

"Di tingkat hulu produksi rotan melimpah namun di hilir atau di industri rotan mengalami kelangkaan bahan baku," kata Teten ketika ditemui di kantornya di Jakarta.  

Baca juga: Menkop UKM Datangi Sentra Bahan Baku Rotan di Banjarmasin untuk Atasi Masalah Pasokan

Teten menyebut masalah ini karena di hulu produksinya melimpah sementara industri furnitur mengalami kekurangan bahan baku.

Menurut Teten, akibat produksi rotan yang melimpah terjadi penyelundupan yang mencapai 10.000 ton rotan per bulan.

Ada masalah dalam tata niaga rotan yang harus segera diselesaikan. Ada yang anomali, industri tidak bisa menyerap seluruh produksi rotan setengah jadi, hanya sekitar 30 persen," jelasnya.

Selain itu, Teten meilai adanya kebijakan di hulu dan hilir yang tidak pas membuat penyeluduan rotan marak terjadi.

"Di hulu harga murah karena produksinya melimpah, sedangkan di hilir harganya mahal karena kelangkaan pasokan," tambahnya.

Baca juga: IKM Indonesia Berpotensi Jadi Pemimpin Pasar Ekspor Kayu dan Rotan

Teten juga telah meminta agar para dinas, pengusaha dan petani dari daerah penghasil rotan segera membuat data yang valid agar dapat diambil kebijakan paling tepat untuk jangka pendek dan jangka panjang.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X