YLKI: Produsen Masker Jangan Manfaatkan Virus Corona untuk Naikkan Harga

Kompas.com - 02/03/2020, 16:46 WIB
ilustrasi masker shutterstockilustrasi masker

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah telah mengonfirmasi dua warga negara Indonesia yang terjangkit virus corona.

Pernyataan ini menyebabkan masyarakat berbondong-bondong untuk membeli masker sebagai alat pencegahan penyebaran virus.

Hal tersebut kemudian menyebabkan terjadinya kenaikan harga masker di beberapa wilayah.

Baca juga: Banyak Apotek Sudah Kehabisan Stok Masker

Merespon hal tersebut, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi meminta produsen masker untuk tidak memanfaatkan penyebaran virus corona sebagai momentum untuk menaikkan harga di pasaran.

"Untuk kalangan produsen, YLKI meminta untuk tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan," ujarnya, dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/3/2020).

Menurutnya, langkah menaikkan harga masker oleh beberapa produsen tidak manusiawi. Sebab, saat ini masyarakat sangat membutuhkan masker untuk mencegah tertularnya virus corona.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jangan mengeskploitasi masyarakat dengan harga yang gila-gilaan. Mengambil untung secara ugal-ugalan, apalagi di tengah kesulitan, adalah tindakan amoral," tuturnya

Baca juga: Geger Virus Corona, Produsen Masker Kewalahan Penuhi Order

Selain itu, Tulus meminta kepada masyarakat untuk waspada namun tetap tenang merespon pernyataan pemerintah terkait WNI yang terjangkit virus corona. Khususnya, dalam hal penggunaan masker dan hand sanitizer atau cairan pembersih tangan.

"Sebab kepanikan hanya akan mempersulit diri, dan memicu kedua harga produk tersebut melambung tinggi," ucap dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo, Senin (3/3/2020) siang, mengumumkan dua warga negara Indonesia (WNI) terjangkit virus corona.

"Orang Jepang ke Indonesia bertemu siapa, ditelusuri dan ketemu. Ternyata orang yang terkena virus corona berhubungan dengan dua orang, ibu 64 tahun dan putrinya 31 tahun," kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Senin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.