Gubernur BI Optimistis Ekonomi RI Membaik pada April 2020, tetapi...

Kompas.com - 02/03/2020, 18:04 WIB
Gubernur BI, Perry Warjiyo memberikan sekilas kebijakan BI termasuk soal inflasi dalam pertemuan tahunan mereka, di Jakarta, Kamis (28/11/2019). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIGubernur BI, Perry Warjiyo memberikan sekilas kebijakan BI termasuk soal inflasi dalam pertemuan tahunan mereka, di Jakarta, Kamis (28/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakini, kondisi perekonomian global termasuk Indonesia bakal menunjukkan perbaikan pada April 2020 mendatang. 

Meskipun demikian, dia mengakui bahwa virus corona atau Covid-19 memberikan dampak perlambatan atau kelesuan terhadap perekonomian. Dampak perlambatan tersebut terjadi sejak Februari 2020 hingga saat ini.

"Terkait asesmen Covid-19 terhadap Indonesia, kami masih konsisten bahwa dampak terberat ini dalam Februari hingga Maret. Insya Allah akan mulai mengalami perbaikan di bulan April. Mengalami perbaikan, tetapi belum tentu pulih," kata Perry di Jakarta, Senin (2/3/2020).

Baca juga: BI Gulirkan 5 Kebijakan Lanjutan untuk Antisipasi Dampak Corona

Lalu, enam bulan mendatang, lanjut Perry, perekonomian Indonesia mulai menunjukkan pemulihan serta peningkatan aktivitas di pasar spot maupun perdagangan dalam dan luar negeri.

"Tetapi, sudah mulai perbaikan di April, Mei, dan seterusnya. Kemudian mulai pulih enam bulan mendatang," ujarnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Maka dari itu, BI mulai mengantisipasi dengan menggulirkan lima kebijakan untuk memperkuat kondisi moneter dalam menstabilkan nilai tukar rupiah. Sekaligus mendorong perbankan membiayai kegiatan pelaku usaha ekspor impor.

"Fee save yang sudah kami jelaskan tetap menjadi assesment kami sehingga ini yang terus kami lakukan. Meng-update sejumlah kebijakan yang lain," katanya.

Baca juga: Ramai Kabar Virus Corona Masuk Indonesia, Rupiah Malah Menguat

Pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 19-20 Februari 2020, Bank Indonesia telah menempuh berbagai kebijakan untuk memitigasi risiko Covid-19.

Kebijakan itu berupa penurunan suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) diturunkan sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen.

Strategi operasi moneter juga terus diperkuat untuk menjaga kecukupan likuiditas dan mendukung transmisi bauran kebijakan yang akomodatif.

Selain itu, BI juga menyesuaikan ketentuan terkait perhitungan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) dengan memperluas cakupan pendanaan dan pembiayaan pada kantor cabang bank di luar negeri yang diperuntukkan bagi ekonomi Indonesia.

Kebijakan sistem pembayaran juga terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi, antara lain melalui perluasan akseptasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) serta elektronifikasi Bansos dan transaksi keuangan pemda.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X