Cegah Corona, Penumpang Gejala Demam Tinggi Dilarang Masuk Stasiun MRT

Kompas.com - 02/03/2020, 18:20 WIB
Warga mengantri untuk menaiki kereta MRT di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Minggu (24/3/2019). Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta Fase 1 dengan rute Bundaran HI - Lebak Bulus resmi beroperasi sejak diresmikan oleh Presiden Jokowi, Minggu hari ini. ANTARA FOTO/APRILLIO AKBARWarga mengantri untuk menaiki kereta MRT di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Minggu (24/3/2019). Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta Fase 1 dengan rute Bundaran HI - Lebak Bulus resmi beroperasi sejak diresmikan oleh Presiden Jokowi, Minggu hari ini.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT MRT Jakarta mengeluarkan kebijakan terkait upaya mendukung pencegahan penyebaran virus corona (COVID-19) di Jakarta. Hal itu dilakukan menyusul ditemukannya kasus positif corona di Indonesia.

Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta Muhamad Kamaluddin menjelaskan pihaknya mengambil sejumlah langkah di dalam perjalanan MRT untuk meningkatkan pengawasan pada wabah corona.

Staf stasiun MRT Jakarta akan menerapkan pemeriksaan suhu badan penumpang yang akan mulai dilaksanakan dalam waktu dekat.

Pemeriksaan akan dilakukan di setiap area pintu masuk stasiun. Bagi penumpang yang menunjukkan gejala demam tinggi tidak diperbolehkan masuk ke area stasiun MRT Jakarta.

Baca juga: Tangani Corona, Bagaimana Kesiapan Anggaran Pemerintah?

"Kebijakan tersebut meliputi sosialiasi kewaspadaan corona yang disebarkan melalui media sosial resmi MRT Jakarta sejak 31 Januari 2020," kata Sekretaris Perusahaan MRT Muhamad Kamaluddin dalam keterangannya, Senin (2/3/2020).

"Kemudian edukasi publik ke penumpang berkelanjutan untuk pencegahan penularan virus corona dalam bentuk materi cetak di digital di stasiun, serta melalui e-poster di akun media sosial MRT Jakarta," tambahnya.

MRT Jakarta akan menyediakan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) di titik-titik ramai penumpang pada 13 stasiun MRT Jakarta.

"Mari tingkatkan personal hygiene kita dengan cuci tangan menggunakan air dan sabun, maupun hand sanitizer lima kali dalam sehari," ungkapnya.

Baca juga: Geger Virus Corona, Produsen Masker Kewalahan Penuhi Order



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X