Tiga Kali Gagal Merintis, Maya dan Wita Sukses Menjadi Petani Organik Milenial

Kompas.com - 02/03/2020, 20:35 WIB
Maya Stolastika dan sahabatnya Wita petani milenial yang mengembangkan produk sayur dan buah organik dengan brand Twelves Organic. ISTIMEWAMaya Stolastika dan sahabatnya Wita petani milenial yang mengembangkan produk sayur dan buah organik dengan brand Twelves Organic.

JAKARTA, KOMPAS.com - Berlatar belakang pendidikan Sastra Inggris, Maya Stolastika Boleng malah memilih untuk menjadi pebisnis sayur dan buah organik.

Suka duka mengembangkan usaha sayuran organik sudah dia lewati bersama sahabatnya Wita, yang juga satu pendidikan di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Wanita kelahiran asal Waiwerang, Flores Timur ini pun mengungkapkan kegagalannya menjadi petani organik sebanyak tiga kali. Dari kegagalannya itulah dia mampu bangkit dan sukses seperti sekarang melalui brand Twelve's Organic.

Baca juga: Pangsa Pasar Sayur dan Buah Organik Indonesia Terbuka Lebar di Jerman

Menjadi pebisnis sayuran organik yang sukses, Maya dan Wita sampai harus mengorbankan rasa lapar. Karena modal yang mereka miliki untuk merintis kembali usaha tersebut sudah menipis. 


"Jadi, untuk melakukan ini kita harus gagal sebanyak tiga kali dalam posisi nggak bisa makan. Jadi kita itu puasa, karena kita susah beli beras. Uang yang tersisa tinggal Rp 1 juta," ujar Maya ditemui di Menara Astra, Jakarta, Senin (2/3/2020).

Guru Yoga

Dari manakah awal mula Maya dan Wita mengenal sayuran organik? Dia menjabarkan, sejak 2007, petani organik diperkenalkan oleh guru yoga di Bali yang mereka temui. Guru yoga tersebut seorang vegetarian.

Berbisnis sayuran organik ini bagi Maya ada tiga elemen yang dirasakan. Rasa, bisnis dan filosofi.

Namun, elemen filosofilah yang membuatnya tetap setia berbisnis sayur dan buah organik. Hingga saat ini, sudah ada 25 petani sayur dan buah yang bekerja di bawah naungannya Twelve's Organic.

"Di Bali pada 2007, kita mulai kenal petani organik. Jadi kebetulan guru yoga di Bali itu vegetarian. Pertama kita kenal pertanian organik mulai dari rasa, kemudian filosofi. Filosofinya adalah memberikan kebaikan. Jadi semesta ada untuk kehidupan kita tanpa kita minta," jelasnya.

Baca juga: Bermodal Perahu Kecil, Bisnis Ikan Asin Wanita Ini Raih Omzet Rp 19 Juta

Maya dan Wita pada 2008 mulai mengumpulkan modal untuk membiayai para petani, menyewa lahan, serta membeli peralatan untuk menumbuhkan sayuran dan buah organik, dengan cara menjajakan dagangan chocolatos, berjualan pulsa di lingkungan kampus, hingga menjadi guru pengajar lepas.

"Kita modalnya dari mengajar les, menjual chocolatos, kita jualan di kampus. Kemudian, kita jualan pulsa, terus modal kita kumpulin. Setelah ada modal itu, kita nggak tahu cara jual. Jadi kita benar-benar rugi dan berutang. Karena kita butuh untuk bayar petani. Jadi, keputusan itu membuat kita malah berutang," katanya.

Di 2017, ada seorang pemilik lahan yang menawarkan lahannya untuk dipakai. Syaratnya  pembagian hasil dari hasil penjualan sayur dan buah organik. Lahan itu kini disewa oleh Maya dan Wita seluas satu hektar di Dusun Claket, Kecamatan Pacet, Mojokerto, Jawa Timur.

Atas kesabaran dan kegigihannya, mereka sudah memiliki pasar sebanyak 80 rumah tangga, dua supermarket serta dua restoran yang kerap memakai produk sayuran dan buah dari Twelve's Organic.

Baca juga: Ini Resep Sukses Kokumi Raup Omzet Ratusan Juta dari Bisnis Minuman

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X