Redam Dampak Corona, Sri Mulyani Longgarkan Izin Impor Bahan Baku

Kompas.com - 03/03/2020, 08:38 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Rabu (26/2/2020). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Rabu (26/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah tengah mengambil langkah-langkah kebijakan strategis untuk menjaga perekonomian yang tengah dihadapkan pada risiko pelemahan akibat sentimen wabah virus corona.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan salah satu langkah yang bakal diambil adalah menjaga kinerja sektor riil dengan membuka peluang untuk mempermudah izin impor bahan baku bagi beberapa perusahaan.

Pihaknya pun mengatakan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan telah mengidentifikasi 500 perusahaan importir yang bakal mendapatkan insentif tersebut.

Baca juga: Cegah Virus Corona, Menhub: Pengawasan di Bandara dan Pelabuhan Sesuai Prosedur

"Kita rapat dengan Menko (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto), Presiden dan kementerian lain untuk melihat dampak selanjutnya terutama di sektor riil dengan penurunan impor bahan baku karena disrupsi produksi dan pelemahan pasar. Kita akan lihat pengaruhnya kepada industri sektoral," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Senin (2/3/2020)

"Saat ini kita terus menyiapkan dari sisi analisa, kami bersama Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan untuk mengurangi sebanyak mungkin halangan untuk impor termasuk impor bahan baku untuk dipermudah terhadap reputable importir tanpa lagi perizinan," jelas dia.

Bendahara Negara pun mengungkapkan, 500 importir yang masuk dalam daftar perusahaan yang bakal diberi kelonggaran izin menguasai 40 persen dari keseluruhan impor bahan baku di Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan demikian diharapkan proses impor yang dipercepat juga mampu meningkatkan laju produksi di sektor riil.

Baca juga: Soal Anggaran Penanganan Pasien Virus Corona, Sri Mulyani Tunggu Kemenkes

Selain itu, Sri Mulyani pun menyatakan pihaknya tengah mengkaji insentif lain di bidang perpajakan untuk perusahaan-perusahaan di sektor riil yang tengah tertekan.

"Kita juga akan lihat kalau ada perusahaan yang mengalami tekanan besar seperti 2008-2009 waktu krisis ekonomi dan keuangan kita bisa melakukan beragam paket kebijakan di bidang perpajakan untuk relief kepada mereka," jelas Sri Mulyani.

Sebelumnya, Sri Mulyani sempat menyatakan kondisi perekonomian global saat ini sangat menantang. Ketika perekonomian dihadapkan pada pelemahan pertumbuhan, di saat yang bersamaan hantaman juga datang akibat penularan virus corona yang terjadi dengan begitu cepat.

Lebih lanjut dia berkata pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini diperkirakan melambat menjadi 2,8 persen. Hal itu sama dengan kondisi yang terjadi di kisaran tahun 2008-2009 ketika dunia dihadapkan pada krisis keuangan global.

"Kita pahami kondisi ekonomi global sangat menantang. Selain dihadapkan pada pelemahan ekonomi, sekarang ditambah dengan terjangkitnya virus novel corona," ujar dia.

Baca juga: Ada Kasus Corona, Pengusaha Ritel Minta Masyarakat Tak Panik Belanja



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Transfer Saldo DANA ke Rekening Bank dan Biaya Transaksinya

Cara Transfer Saldo DANA ke Rekening Bank dan Biaya Transaksinya

Whats New
Menhub: Penerapan Ganjil-Genap Cegah Kepadatan di Kawasan Wisata

Menhub: Penerapan Ganjil-Genap Cegah Kepadatan di Kawasan Wisata

Whats New
Bappebti Blokir 249 Situs Investasi Bodong pada Agustus 2021

Bappebti Blokir 249 Situs Investasi Bodong pada Agustus 2021

Whats New
Cara Transfer OVO ke Rekening Bank dan Biaya Transaksinya

Cara Transfer OVO ke Rekening Bank dan Biaya Transaksinya

Spend Smart
PT KAI Buka Lowongan Berbagai Formasi untuk Lulusan SMA hingga S1

PT KAI Buka Lowongan Berbagai Formasi untuk Lulusan SMA hingga S1

Work Smart
Ini Bisnis yang Diprediksi Terus Tumbuh Pesat Selama Pandemi Covid-19

Ini Bisnis yang Diprediksi Terus Tumbuh Pesat Selama Pandemi Covid-19

Whats New
Kemenhub Segera Terbitkan Aturan Ganjil Genap di Berbagai Kawasan Wisata

Kemenhub Segera Terbitkan Aturan Ganjil Genap di Berbagai Kawasan Wisata

Whats New
Lengkap, Biaya Transaksi dan Perhitungan Denda GoPay PayLater

Lengkap, Biaya Transaksi dan Perhitungan Denda GoPay PayLater

Spend Smart
Perusahaan-perusahaan Raksasa Dikabarkan Akan Tinggalkan Vietnam, Ini Alasannya

Perusahaan-perusahaan Raksasa Dikabarkan Akan Tinggalkan Vietnam, Ini Alasannya

Whats New
Pahami 17 Subsektor Ekonomi Kreatif Indonesia Beserta Contohnya

Pahami 17 Subsektor Ekonomi Kreatif Indonesia Beserta Contohnya

Whats New
Rincian Biaya Cicilan, Bunga, dan Denda Shopee PayLater

Rincian Biaya Cicilan, Bunga, dan Denda Shopee PayLater

Spend Smart
Perpanjangan Diskon Pajak Mobil Diyakini Dongkrak Penjualan 35.553 Unit Kendaraan

Perpanjangan Diskon Pajak Mobil Diyakini Dongkrak Penjualan 35.553 Unit Kendaraan

Whats New
Tutorial Lengkap Cara Daftar, Login, Transfer di KlikBCA Individual

Tutorial Lengkap Cara Daftar, Login, Transfer di KlikBCA Individual

Spend Smart
Bangun Sistem Pangan Berkelanjutan di Dunia, Indonesia Siap Menjadi Ketua AWG G20 2022

Bangun Sistem Pangan Berkelanjutan di Dunia, Indonesia Siap Menjadi Ketua AWG G20 2022

Rilis
Dana FLPP Beralih ke BP Tapera, Bagaimana Nasib Pembeli Rumah Subsidi?

Dana FLPP Beralih ke BP Tapera, Bagaimana Nasib Pembeli Rumah Subsidi?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.