Meski Ada Tekanan, Ekonom Yakin Kurs Rupiah Tetap Stabil

Kompas.com - 03/03/2020, 11:39 WIB
Ilustrasi rupiah ShutterstockIlustrasi rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah diprediksi tidak akan bergerak melebihi kisaran Rp 14.000 per dollar AS. 

Di tengah tekanan akibat kasus virus corona (Covid-19) yang mulai masuk ke Indonesia, Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah memproyeksikan pergerakan nilai tukar rupiah tidak akan menembus level Rp 15.000 per dollar AS.

Adapun kurs rupiah pada Senin (2/3/2020) kemarin, ditutup nyaris menyentuh angka Rp 14.500 per dollar AS, tepatnya Rp 14.413 per dollar AS di pasar spot berdasarkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor Bank Indonesia (BI).

Baca juga: Dijaga BI, Rupiah Pagi Lanjutkan Penguatan

"Saya perkirakan belum ya (tidak mencapai level Rp 15.000). Ini faktornya berbeda," ujarnya kepada Kompas.com, Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Untuk hari ini, rupiah diperkirakan bergerak stabil di kisaran Rp 14.200 hingga Rp 14.250 per dollar AS di pasar spot.

Meski ada 5 relaksasi kebijakan yang dikeluarkan oleh BI pada Senin kemarin, pergerakan nilai tukar rupiah tetap tertekan.

"Rupiah saya perkirakan akan relatif stabil hari ini walaupun akan ada tekanan pelemahan. BI akan stay di pasar menjaga rupiah," katanya.

Baca juga: Ramai Kabar Virus Corona Masuk Indonesia, Rupiah Malah Menguat

Mengutip dari Kontan.co.id, kurs rupiah melanjutkan penguatan dalam perdagangan di pasar spot hari ini.

Sekitar pukul 09.30 WIB, rupiah di pasar spot berada di Rp 14.203 per dollar Amerika Serikat (AS), menguat 0,43 persen dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 14.265 per dollar AS.

Rupiah memimpin penguatan mata uang Asia terhadap dollar AS pagi ini.

Kemudian, disusul mata uang dollar Taiwan yang menguat 0,31 persen, yen Jepang menguat 0,25 persen, won Korea 0,23 persen, peso Filipina 0,04 persen, dan dollar Singapura yang menguat 0,02 persen terhadap dollar AS.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bank BJB Sediakan Fitur Bayar Zakat Lewat Digi Cash

Bank BJB Sediakan Fitur Bayar Zakat Lewat Digi Cash

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Antara Faktor Fungsional, Estetika, dan Emosional dalam Hobi Koleksi Barang

[KURASI KOMPASIANA] Antara Faktor Fungsional, Estetika, dan Emosional dalam Hobi Koleksi Barang

Rilis
Pengusaha yang Kena Sanksi Administratif, Bukan Berarti Hilang Kewajiban Bayar THR

Pengusaha yang Kena Sanksi Administratif, Bukan Berarti Hilang Kewajiban Bayar THR

Whats New
Harga Kedelai Dunia Alami Kenaikan, Harga Tahu dan Tempe Masih Stabil

Harga Kedelai Dunia Alami Kenaikan, Harga Tahu dan Tempe Masih Stabil

Whats New
Update Jadwal CPNS 2021 dan Pengumuman Pembukaan Formasi Khusus

Update Jadwal CPNS 2021 dan Pengumuman Pembukaan Formasi Khusus

Whats New
Ada 29.296 Orang Lakukan Perjalanan Non-Mudik di Hari Kedua Larangan Mudik

Ada 29.296 Orang Lakukan Perjalanan Non-Mudik di Hari Kedua Larangan Mudik

Whats New
Viral Video Jokowi Terkait Babi Panggang Ambawang, Ini Penjelasan Mendag

Viral Video Jokowi Terkait Babi Panggang Ambawang, Ini Penjelasan Mendag

Whats New
Tanah di Desa Cibodas, Purwakarta, Sering Kehilangan Air, Kementan Laksanakan Program RJIT

Tanah di Desa Cibodas, Purwakarta, Sering Kehilangan Air, Kementan Laksanakan Program RJIT

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Mengapa Kita Suka Bergosip dan Bisakah Melatih Diri agar Berjarak dengan Gosip?

[KURASI KOMPASIANA] Mengapa Kita Suka Bergosip dan Bisakah Melatih Diri agar Berjarak dengan Gosip?

Rilis
Video Jokowi Promosikan Bipang Ambawang Viral, Mendag Minta Maaf

Video Jokowi Promosikan Bipang Ambawang Viral, Mendag Minta Maaf

Whats New
BUMDes Ini Kelola Pertashop, 22 Bulan Bisa Balik Modal

BUMDes Ini Kelola Pertashop, 22 Bulan Bisa Balik Modal

Whats New
Simak Lagi Beda Nasib PPPK dan CPNS Usai Lulus Seleksi ASN 2021

Simak Lagi Beda Nasib PPPK dan CPNS Usai Lulus Seleksi ASN 2021

Whats New
Ternyata Ini Cara Petugas Mengetahui Kendaraan Pemudik atau Bukan

Ternyata Ini Cara Petugas Mengetahui Kendaraan Pemudik atau Bukan

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Kiat Atasi Mabuk Perjalanan | Cara Memilih Hotel untuk Liburan | Selagi Muda Perbanyaklah Traveling

[KURASI KOMPASIANA] Kiat Atasi Mabuk Perjalanan | Cara Memilih Hotel untuk Liburan | Selagi Muda Perbanyaklah Traveling

Rilis
WN China Masuk Indonesia untuk Mengerjakan Proyek Strategis

WN China Masuk Indonesia untuk Mengerjakan Proyek Strategis

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X