Kompas.com - 03/03/2020, 14:19 WIB
 Menteri BUMN Erick Thohir di Jakarta, Jumat (13/12/2019 KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIA Menteri BUMN Erick Thohir di Jakarta, Jumat (13/12/2019

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta masyarakat tak berspekulasi terkait meninggalnya salah satu karyawan BUMN yang merupakan pasien dengan status suspect virus corona di Cianjur.

Dia meminta masyarakat sepenuhnya mempercayai informasi yang dikeluarkan dari instansi-instansi terkait.

Kementerian Kesehatan sudah melakukan uji laboratorium terhadap pasien yang meninggal di rumah sakit Dr Hafiz (RSDH) Cianjur tersebut. Hasilnya, negatif Covid-19.

Baca juga: Hindari Kepanikan, Ombudsman Minta Pemerintah Beri Informasi yang Jelas soal Corona

“Saya sebagai menteri BUMN menyampaikan duka cita pada keluarga yang ditinggalkan. Jangan berspekulasi karena peristiwa ini sendiri sudah ditangani oleh pihak-pihak yang memang punya kompetensi di bidang kesehatan," ujar Erick dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/3/2020)

Erick menambahkan, saat ini di perusahaan BUMN sendiri telah menerapkan prosedur keselamatan pada seluruh karyawannya. Ini terutama terkait dengan upaya preventif mencegah penyebaran virus Corona.

“Sejumlah langkah preventif dilakukan dari level tertinggi hingga ke level terendah. Di seluruh bidang dan seluruh bagian telah melakukan usaha-usaha proaktif untuk menjamin lingkungan kerja yang sehat," kata Erick.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Harga Sekotak Masker di Online Shop Tembus Rp 1,7 Juta

Sebelumnya diberitakan, Rumah Sakit Dr Hafiz (RSDH) Cianjur, Jawa Barat, menangani seorang pasien yang diduga suspect virus corona atau menderita Covid-19. Pasien berjenis kelamin laki-laki berusia 50 tahun tersebut adalah karyawan BUMN dan tercatat sebagai warga Bekasi, Jawa Barat.

Pasien tersebut memiliki riwayat pernah bepergian ke luar negeri, tepatnya ke Malaysia pada 14-17 Februari 2020.

Sepulang dari Malaysia, pasien mengeluhkan sakit. Kemudian, dia sempat menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Bekasi.

Baca juga: Masih Bingung Pakai Asuransi? Simak Beberapa Manfaatnya

Setelahnya, pasien tersebut memilih berangkat ke Cianjur untuk tinggal sementara di rumah kerabatnya.

Kementerian Kesehatan memastikan sudah melakukan uji laboratorium terhadap pasien yang meninggal di rumah sakit Dr Hafiz (RSDH) Cianjur. Hasilnya, negatif Covid-19.

Baca juga: Lagi, Erick Thohir Angkat Orang KPK Jadi Anak Buahnya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.