Teten Masduki: UKM Butuh Partner agar Terbubung dengan Ekosistem Digital

Kompas.com - 03/03/2020, 14:29 WIB
Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) Teten Masduki  saat diwawancarai media di Jakarta, Kamis (30/1/2020). KOMPAS.com/ELSA CATRIANAKementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) Teten Masduki saat diwawancarai media di Jakarta, Kamis (30/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menkop dan UKM Teten Masduki menyebut UKM membutuhkan partner atau mitra agar bisa terhubung dalam ekosistem digital.

Pasalnya banyak UKM saat ini cenderung berusaha sendiri dan tidak mampu memenuhi permintaan pasar secara berkesinambungan dalam volume yang besar.

"Jumlah usaha mikro itu 63 jutaan mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan sampai warung. Jadi dibutuhkan startup baru yang bisa jadi partner usaha mikro untuk bisa terhubung," kata Teten Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2020).

Baca juga: Jakarta Masuk Kota Potensial dalam Ekosistem Startup Global

Teten mengatakan di Indonesia ada banyak UKM dengan hasil komoditas yang memiliki nilai tinggi seperti kopi, umbi-umbian, kepiting, furniture, maupun buah tropis. Namun pasokannya masih dalam skala kecil.

"Hal ini membutuhkan kemitraan yang bisa menghubungkan (UKM) dengan market yang membutuhkan supply dalam jumlah besar dan teratur," jelasnya.

Terkait dengan Grab Ventures Velocity, Teten mengaku sangat mendukung langkah tersebut.

"Ini bisa memberikan manfaat pada usaha-usaha mikro agar bisa naik kelas atau scale up," jelasnya.

Selanjutnya, yang masih sangat dibutuhkan dalam mengangkat UKM adalah terhubung ke ekosistem digital dimana para seller (penjual) di market place, aktif dalam mencari pembeli.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[TREN WISATA KOMPASIANA] Macau Bukan Sekadar Tempat Berjudi | Urban Tourism, Tren Global yang Jadi Peluang Lokal | 'Traveling' Hemat ke Jerman Selama Corona

[TREN WISATA KOMPASIANA] Macau Bukan Sekadar Tempat Berjudi | Urban Tourism, Tren Global yang Jadi Peluang Lokal | "Traveling" Hemat ke Jerman Selama Corona

Rilis
Selama Larangan Mudik, Trafik di Bandara Kelolaan AP I Hanya 66.096 Penumpang

Selama Larangan Mudik, Trafik di Bandara Kelolaan AP I Hanya 66.096 Penumpang

Whats New
Mengenalkan Huruf dan Angka kepada Anak Prasekolah | Ini Cara Mengetahui dan Mengasah Bakat Anak Sejak Dini | Menilai dan Merumuskan Definisi Variabel Penelitian

Mengenalkan Huruf dan Angka kepada Anak Prasekolah | Ini Cara Mengetahui dan Mengasah Bakat Anak Sejak Dini | Menilai dan Merumuskan Definisi Variabel Penelitian

Rilis
Mahalnya Iron Dome, Teknologi Israel Penghalau Roket Hamas

Mahalnya Iron Dome, Teknologi Israel Penghalau Roket Hamas

Whats New
Menaker Ida Harap Bulan Syawal Jadi Spirit Baru untuk Tingkatkan Kinerja Para Pegawai

Menaker Ida Harap Bulan Syawal Jadi Spirit Baru untuk Tingkatkan Kinerja Para Pegawai

Rilis
Antisipasi Kerugian Saat Gagal Panen, Mentan Minta Petani Ikut AUTP

Antisipasi Kerugian Saat Gagal Panen, Mentan Minta Petani Ikut AUTP

Rilis
PPKM Mikro Diperpanjang, Tempat Wisata di Zona Merah dan Oranye Harus Tutup

PPKM Mikro Diperpanjang, Tempat Wisata di Zona Merah dan Oranye Harus Tutup

Whats New
Mulai Besok, KRL Kembali Beroperasi hingga Pukul 22.00 WIB

Mulai Besok, KRL Kembali Beroperasi hingga Pukul 22.00 WIB

Whats New
Kartu ATM atau Kartu Kredit Hilang, Ini yang Harus Dilakukan

Kartu ATM atau Kartu Kredit Hilang, Ini yang Harus Dilakukan

Whats New
Larangan Mudik Berakhir, Simak Jadwal KRL Terbaru Mulai Besok

Larangan Mudik Berakhir, Simak Jadwal KRL Terbaru Mulai Besok

Whats New
Syarat Perjalanan Terbaru Setelah Larangan Mudik Berakhir

Syarat Perjalanan Terbaru Setelah Larangan Mudik Berakhir

Whats New
Rencana Kenaikan PPN Belum Dibahas Antar-Kementerian

Rencana Kenaikan PPN Belum Dibahas Antar-Kementerian

Whats New
Ini Syarat Naik Kereta Jarak Jauh Setelah Larangan Mudik Berakhir

Ini Syarat Naik Kereta Jarak Jauh Setelah Larangan Mudik Berakhir

Whats New
Telkom Nyatakan Kualitas Layanan Suara dan Data di Jayapura Sudah Meningkat

Telkom Nyatakan Kualitas Layanan Suara dan Data di Jayapura Sudah Meningkat

Rilis
Selama Larangan Mudik, KAI Layani 81.000 Penumpang Non-mudik

Selama Larangan Mudik, KAI Layani 81.000 Penumpang Non-mudik

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X