Waspada Penipuan atas Nama Bea dan Cukai, Ini Modusnya

Kompas.com - 03/03/2020, 15:18 WIB
Ilustrasi penipuan Foter.comIlustrasi penipuan
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan per 1 Januari hingga 31 Januari 2020 sudah menerima 283 laporan kasus penipuan yang mengatasnamakan otoritas kepabeanan.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga DJBC Syarif Hidayat mengatakan, jumlah laporan tersebut cenderung meningkat jika dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya.

"Jika dilihat statistik laporan penipuan, ada 1.463 pengaduan yang masuk melalui contact centre di 2018, di 2019 ada 1.501 pengaduan, dan 2020 baru jalan satu bulan sudah 283 pengaduan," ujar Syarif ketika memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Baca juga: Diskon Tiket Pesawat hingga 50 Persen, Travel Agent Akui Pesanan Naik

Lebih lanjut Syarif mengatakan, jika tidak dilakukan tindakan pencegahan, bisa jadi jumlah penipuan yang mengatasnamakan Bea dan Cukai bisa mencapai dua kali lipat dari kejadian tahun 2019 lalu.

Padahal, modus yang digunakan oleh para penipu masih sama seperti yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Tidak banyak yang berubah dari modus penipuan ini. Hanya saja, pelaku selalu mencari korban dan momen yang berbeda dalam melancarkan aksinya, serta masih kurangnya kewaspadaan serta pengetahuan masyarakat tentang alur pembelian barang yang benar, khususnya barang kiriman dari luar negeri,” ungkapnya.

Berbagai modus penipuan yaitu lelang barang dengan harga murah, penjualan online, meminta pembayaran pajak via chat pribadi dengan mengatasnamakan pegawai Bea dan Cukai, hingga modus penipuan berkedok barang kiriman dari luar negeri.

Baca juga: Masih Bingung Pakai Asuransi? Simak Beberapa Manfaatnya

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X