Jumlah Pengangguran Masih 7,05 Juta, Kemnaker Sebut Sudah Menurun

Kompas.com - 03/03/2020, 15:45 WIB
Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI  dan Jamsos) Kemnaker Haiyani Rumondang saat mewakili Menaker membuka Kongres VIII Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) di  Jakarta Timur, Kamis (27/6/2019). Dok. Humas Kementerian KetenagakerjaanDirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos) Kemnaker Haiyani Rumondang saat mewakili Menaker membuka Kongres VIII Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) di Jakarta Timur, Kamis (27/6/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker, Haiyani Rumondang mengklaim, angka pengangguran sudah menurun dalam 5 tahun terakhir.

"Kalau dilihat dalam 5 tahun terakhir, pemerintahan Pak Presiden (Joko Widodo) sebenarnya ini adalah angka yang dari tahun ke tahun itu masih kecil dibanding periode sebelumnya," kata Haiyani di Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Jumlah pengangguran di Indonesia masih sekitar 7,05 juta. Angka tersebut mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) bulan Agustus Tahun 2019.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan, Dananya dari Mana?

Kendati begitu, Haiyani menyebut angka pengangguran tersebut bukan berarti tak ada permasalahan. Sebab dia bilang, semua orang berhak memiliki kesempatan bekerja sesuai amanat UUD 1945.

"Soal angka pengangguran 7,05 kita berarti itu ada permasalahan, bahwa masih banyak dibutuhkan kesempatan-kesempatan kerja baru, tentu kesempatan-kesempatan kerja sekarang yang mungkin belum terisi," ucap dia.

Lebih lanjut, Haiyani pun menyinggung rencana pemerintah yang tengah menyusun Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) bagi korban PHK.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Waspada Penipuan Atas Nama Bea Cukai, Ini Modusnya

Haiyani berujar, JKP diperlukan karena pekerja dikelilingi oleh beragam tantangan dan risiko. Kemunculan era digital dan industri 4.0 berpotensi menghilangkan pekerjaan konvensional.

Di sisi lain, banyak pula bermunculan penawaran peluang kerja baru yang inovatif dan kreatif seperti usaha digital fintech, startup, youtuber, selebgram, dan lain-lain. Haiyani bilang, program JKP bisa membuat pekerja dapat kepastian.

"Dalam kondisi ini Pemerintah perlu membuat inovasi kebijakan publik yang dapat menciptakan ekosistem berusaha dan bekerja yang lebih baik, agar pekerja yang mengalami risiko kehilangan pekerjaan tetap mendapat perlindungan," terang Haiyani.

Baca juga: Simak, 4 Tanda Anda Harus Pertimbangkan Ganti Pekerjaan

Sebagai informasi, program JKP ini disiapkan sebagai tindak lanjut dari RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono mengatakan, manfaat yang diberikan oleh program ini terbagi menjadi tiga macam. Pertama manfaat dapat berupa pemberian uang.

Kemudian, manfaat juga diberikan dalam pemberian pelatihan vokasi. Terakhir, manfaat dapat diberikan dalam bentuk pemberian akses pekerjaan baru.

Baca juga: Imbas Corona, Penjual Jamu Keluhkan Meroketnya Harga Bahan Baku

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.